Share

Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang Selalu Bawa Foto Pacar di Dompetnya

Alyssa Nazira, Okezone · Sabtu 26 Maret 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 337 2568053 benny-moerdani-jenderal-kopassus-yang-selalu-bawa-foto-pacar-di-dompetnya-r1AGGlZngZ.jpg Benny Moerdani (Foto: Istimewa)

BENNY Moerdani merupakan seorang Jenderal Kopassus. Ia dikenal sebagai jenderal dengan karakternya yang kuat. Berbeda dari kebanyakan orang, Hartini yang merupakan istri Benny berpendapat bahwa suaminya tersebut merupakan sosok yang dapat memberikan rasa aman kepada setiap orang yang ada di dekatnya.

Benny mengenal Hartini, istrinya, pada 1956. Kala itu ia masih berpangkat letnan II dan Hartini bekerja sebagai pramugari pesawat Garuda Indonesia. Hartini adalah kawan adik Benny, Maria Sri Noerna, yang juga menjadi pramugari.

Julius Pour dalam buku Benny: Tragedi Seorang Loyalis (2007) menulis bahwa Hartini mendambakan figur militer sebagai suaminya. Benny memang tak banyak berbicara, tapi, "Selalu ngayomi. Bisa memberikan perasaan aman, perlindungan kepada setiap orang yang ada di dekatnya," kata Hartini, seperti ditulis Julius.

Profesi Benny sebagai perwira militer membuat masa pacaran mereka kurang berjalan mulus. Sebagai anggota pasukan komando, ia sering bepergian ke berbagai pelosok Tanah Air untuk menjalankan tugas. Benny juga selalu tertutup, tak pernah mengatakan ke mana ia pergi. Dia akan merasa tak senang bila Hartini bertanya mengenai apa dan ke mana ia akan bertugas.

"Orangnya pendiam, tak pernah membicarakan tugas dan pekerjaannya," ujar Hartini.

Meski tertutup soal tugas dan pekerjaannya, setiap bepergian, Benny selalu membawa foto Hartini, yang ia simpan dalam dompetnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Mereka baru menikah setelah sekitar delapan tahun berpacaran, pada 12 Desember 1964, di kantor Catatan Sipil Jakarta. Itu pun setelah Presiden Soekarno yang meminta mereka segera menikah. Beberapa hari kemudian, Presiden Sukarno merayakan pesta pernikahan mereka di Istana Bogor.

Saat menikah, Benny beragama Katolik, sedangkan Hartini beragama Islam. Meskipun mereka berbeda kepercayaan, pernikahan mereka tidak menemui hambatan. Kala itu pun tidak ada campur tangan pemerintah dalam mengurusi masalah pernikahan, terutama pernikahan beda agama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini