Share

BRIN Sudah Prediksi Awal Ramadan 1443 H Pemerintah Beda dengan Muhammadiyah

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 25 Maret 2022 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 337 2567938 brin-sudah-prediksi-awal-ramadhan-1443-h-pemerintah-beda-dengan-muhammadiyah-3V8oOVAU3s.jpg Ilustrasi melihat hilal (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Peneliti Astronomi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR LAPAN) BRIN, Thomas Djamaluddin mengungkapkan potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1443 Hijriyah.

Menurut Thomas, perbedaan ini akan terjadi kembali karena sejak 2017 penetapan awal Ramadan selalu sama antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Baca Juga:  Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 101 Titik Tentukan Awal Ramadhan, Ini Lokasinya

Dengan melihat garis tanggal awal Ramadan 1443, terlihat jelas potensi perbedaan penetapan Ramadan. Dengan kriteria Wujudul Hilal tersebut, menurut Thomas, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadan 1443 = 2 April 2022.

“Sebenarnya peringatan akan potensi perbedaan awal Ramadan 1443 sudah saya tuliskan di blog saya tentang Kalender 1443 dengan berbagai kriteria. Juga ketika membandingkan dengan kondisi Rajab 1443. Namun, perlu ditambahkan pertimbangan terbaru terkait dengan kebijakan Kementerian Agama yang mengadopsi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS)," kata Thomas, Jumat (25/3/2022).

Thomas menambahkan, terkait patokan hilal yang sering dijadikan acuan pemerintah akan terlalu rendah untuk diamati dari biasanya tinggi bulan kurang dari 2 derajat.

"Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat. Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang itsbat," kata Thomas.

Baca Juga: 6 Kutipan Tokoh Bangsa Menyambut Ramadhan, dari Hatta hingga Gus Dur

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Oleh karena itu, menurut Thomas, apabila mengacu pada rukyat maka penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriah pada 3 April 2022. "Maka 1 Ramadan 1443 kemungkinan besar pada 3 April 2022," ujarnya.

Thomas juga menjelaskan sejak awal 2022 Kementerian Agama mengadopsi Kriteria Baru MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan kriteria baru tersebut, posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (negara-negara MABIMS) belum memenuhi kriteria.

Berdasarkan patokan MABIMS tersebut, Thomas menilai pada 1 April posisi bulan tidak mungkin teramati, jadi 1 Ramadan 1443 = 3 April 2022. Dia meyakini Sangat mungkin Sidang Itsbat pada 1 April 2022 akan memutuskan 1 Ramadan 1443 jatuh pada 3 April.

"Hal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang mengumumkan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada 2 April 2022," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini