Share

Ini Catatan Penting Presiden Jokowi Dalam RUU TPKS

Kiswondari, Sindonews · Kamis 24 Maret 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 337 2567225 ini-catatan-penting-presiden-jokowi-dalam-ruu-tpks-n67oEwq0cw.jpg Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan catatan dan juga daftar inventarisasi masalah (DIM) pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Hal tersebut disampaikan Menteri Bintang dalam Rapat Kerja (Raker) Badan Legislasi (Baleg) DPR terkait dengan Pembahasan RUU TPKS bersama dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Hiariej, dan sejumlah pejabat lainnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

“Perkenankan kami menyampaikan beberapa hal yang menjadi isu krusial dan catatan penting dari pemerintah terkait RUU TPKS yang kemudian dituangkan dalam DIM,” kata Menteri Bintang, Kamis (24/3/2022).

Ia memaparkan, pemerintah berpandangan bahwa yang menjadi urgensi dari RUU TPKS ini adalah aspek filosofis, sosiologis dan yuridis. Antara lain, sampai saat ini belum ada payung hukum yang bersifat lex specialis yang mengatur tentang sistem yang komprehensif terkait pencegahan dan penanganan tindak pidana kekerasan seksual.

“Pemerintah memastikan bahwa dalam proses penyusunan DIM materi muatan yang diatur tidak tumpang tindih dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena telah dilakukan proses harmonisasi,” ujarnya.

Kemudian, sambung dia, pemerintah melalui DIM ini menitikberatkan kepada upaya memberikan kepentingan yang terbaik bagi korban untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan atas hak-haknya secara cepat, tepat dan komprehensif, sesuai dengan kebutuhannya untuk memastikan hal ini terwujud.

“Maka prinsip penyelenggaraan layanan terpadu melalui mekanisme one stop services menjadi terobosan baru yang akan diperkuat pelaksanaannya baik di tingkat pusat maupun daerah,” sambung Bintang.

Bintang menjelaskan bahwa pemerintah memastikan DIM ini akan memperkuat mekanisme koordinasi antar pemerintah melalui kementerian atau lembaga terkait, pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat, termasuk lembaga layanan berbasis masyarakat dalam hal pencegahan, penanganan, perlindungan dan pemulihan korban.

Untuk itu, Bintang melanjutkan, DIM ini memastikan pentingnya pemenuhan hak korban keluarga korban dan saksi, termasuk restitusi bagi korban, SDM penyedia layanan dan aparat penegak hukum menjadi catatan penting yang akan dilakukan oleh pemerintah di dalam memastikan layanan dan pendampingan korban dapat diberikan dengan memperhatikan prinsip-prinsip HAM dan sensitivitas gender.

Dalam hal penegakan hukum, kata Bintang, pemerintah memperkuat apa yang menjadi usulan DPR, antara lain mempermudah penyidikan perluasan alat bukti perlindungan korban dan pelaksanaan putusan demikian juga diatur pemberatan hukuman dan hukuman tambahan bagi pelaku.

“Untuk memastikan muatan substansi dalam DIM dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan maka akan ditindaklanjuti secara mendalam melalui peraturan-peraturan pelaksanaan dari RUU TPKS,” imbuh Bintang.

Bintang mengklaim bahwa dalam penyusunan DIM, pemerintah telah melakukan dialog, konsultasi dan diskusi, tidak hanya di tingkat kementerian lembaga dan pemda, namun juga melibatkan masyarakat, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, media massa dan unsur lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengakomodir berbagai masukan atau pandangan, temuan-temuan, serta praktik-praktik baik yang selama ini sudah ada di lapangan, agar DIM dapat menjawab kompleksitas tindakan pidana kekerasan seksual.

“Berkaitan dengan materi muatan RUU TPKS pada prinsipnya pemerintah menyambut baik dan siap melakukan pembahasan secara lebih mendalam dan komprehensif bersama dengan Baleg DPR RI, sesuai dengan mekanisme pembahasan peraturan perundang-undangan. Adapaun tanggapan pemerintah mengenai RUU ini secara terperinci akan disampaikan dalam DIM,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini