Share

Indonesia Pimpin Isu Perempuan di Sidang Ke-144 IPU, Negara Lain Terinspirasi

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Kamis 24 Maret 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 337 2567219 indonesia-pimpin-isu-perempuan-di-sidang-ke-144-ipu-negara-lain-terinspirasi-Gtk7dr2OO7.jpg Ketua DPR RI Puan Maharani di acara IPU ke-144 di Bali (Foto : MPI/Istimewa)

BALI - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut Indonesia memimpin dalam isu-isu perempuan pada Sidang ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang digelar sejak Minggu (20/3/2022) lalu. Menurut Puan, hal tersebut juga membawa inspirasi bagi negara lain.

Puan awalnya mengatakan bahwa dalam Forum Perempuan pada Sidang ke-144 IPU gagasan Indonesia banyak diapresiasi. Bahkan beberapa delegasi menyampaikan bahwa Indonesia juga menjadi contoh nyata dalam kepemimpinan perempuan.

“Banyak delegasi yang merasa Indonesia menjadi contoh nyata kepemimpinan perempuan. Di forum woman kita leading di segala tema,” ujar Puan di sela-sela sidang IPU ke-144 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Kamis (24/3/2022).

Diungkapkan Puan, sebagian besar delegasi juga menyatakan produk hukum Indonesia merupakan produk yang berpihak pada perempuan. Oleh karenanya, negara luar bahkan ingin meningkatkan anggota parlemen perempuan.

“Banyak yang mau belajar lebih lanjut. Bagaimana mereka juga ingin meningkatkan jumlah anggota perempuan di parlemen. Mereka melihat kesuksesan Indonesia,” tambah Puan.

Karena itu, Mantan Menko PMK itu tetap mendorong lebih banyaknya perempuan menjadi anggota parlemen di seluruh dunia. Apalagi tren keterlibatan perempuan meningkat meskipun angkanya masih.

“Kita perlu terus memastikan partisipasi aktif perempuan pada proses pengambilan keputusan, terutama di badan publik,” sambung Puan.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang menjadi Ketua 33rd session of the Forum of Women Parliamentarians, Irine Yusiana Roba Putri mengatakan, Rancangan Undang-undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang tengah disusun juga disoroti delegasi lain.

Pasalnya, Indonesia sendiri dianggap progresif dalam perlindungan terhadap perempuan. Tak hanya itu, nilai positif juga didapat Indonesia dalam pandemi Covid-19.

“Dengan RUU TPKS, Indonesia dianggap progresif dalam perlindungan terhadap perempuan. Kemudian terkait pandemi Covid-19, Indonesia juga dapat nilai positif karena kebijakan untuk perempuan dan anak dianggap menonjol, termasuk dalam vaksinasi,” tutup Irine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini