Share

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat PT Garuda Indonesia, Kejagung Periksa Direktur Citilink

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 23 Maret 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 337 2566558 kasus-dugaan-korupsi-pengadaan-pesawat-pt-garuda-indonesia-kejagung-periksa-direktur-citilink-PqociCd3PI.jpg Ilustrasi korupsi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi berinsial DKR terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat udara pada PT Garuda Indonesia (persero) tahun 2011-2021.

Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JamPidsus) melakukan pemeriksaan terhadap DKR terkait tersangka AW, SA, dan AB.

"Saksi yang diperiksa yaitu DKR selaku Direktur PT Citilink Indonesia, diperiksa terkait pengadaan pesawat udara pada PT Garuda Indonesia (persero), Tbk. tahun 2011- 2021," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (23/3/2022).

 BACA JUGA:Kejagung Selesaikan 823 Perkara Lewat Restorative Justice

BACA JUGA:Fakta-Fakta Kejagung Geledah Kantor Kemendag, Uang Tunai Rp63 Juta Disita!

Ketut mengatakan, pemeriksaan terhadap DKR dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat udara pada PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk tahun 2011-2021.

Kejaksaan diketahui tengah menyelidiki tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan penyewaan pesawat terbang jenis Bombardier CRJ 1000 dan ATR 72-600.

Ketiga tersangka tersebut yakni Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda 2009-2014, Agus Wahjudo (AW), Vice President Strategic Management Office Garuda 2011-2012, Setijo Awibowo (SA), dan Vice President (VP) Treasury Management PT Garuda Indonesia pada 2005-2012‎, Albert Burhan.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Supardi, mengatakan, di antara para tersangka tersebut diduga menerima uang kembali atau kick back dalam kasus itu, yang disinyalir berasal dari hasil markup harga.

“Penyelidikan pada tiga tersangka dugaan korupsi di Garuda Indonesia,” katanya kepada wartawan, Selasa (15/3).

Supardi mengatakan, ada potensi penetapan tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi di perusahaan plat merah tersebut. Bahkan, penyidik menduga para tersangka bekerja sama dengan pejabat di Garuda Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini