Share

Sosok Aipda Dwi Prayitno, Penolong Pembalap MotoGP Mandalika yang Tertinggal Pesawat

Antara, · Rabu 23 Maret 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 337 2566308 sosok-aipda-dwi-prayitno-penolong-pembalab-motogp-mandalika-yang-tertinggal-pesawat-ryLw8IWJDn.jpg Aipda Dwi Priyatno. Foto: Ant/medsos

LOMBOK- Anggota Satuan PJR Polda NTB, Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Lalu Dwi Prayitno, membuat heboh media sosial karena memboncengi pembalap MotoGP di Sirkuit Mandalika, Franco Morbidelli yang ketinggalan pesawat terbang menuju Italia dari Bandara Internasional Lombok (BIL) pada Senin 21 Maret 2022.

(Baca juga: Gendong Emak-Emak Sakit, Polisi Ini Tempuh Perjalanan Berliku Hampir 2 Jam)

Saat itu, Morbidelli sempat meminjam motor dinas polisi yang dikendarai Prayitno, yang merupakan komandan regu BM 3 Patroli dan Pengawalan Satuan Lalu-lintasPolres Lombok Timur, Polda NTB.

“Saya dan rekan-rekan dari Satuan PJR Polda NTB, diperintahkan untuk mengawal 13 rombongan rider MotoGP yang akan kembali ke negaranya masing–masing menuju Bandara Internasional Lombok,” kata dia, Rabu (23/3/2022).

Kejadian sebenarnya saat itu, ketika dirinya bersama tim Gabungan Satuan PJR Polda NTB hendak mengawal pembalap MotoGP menuju Bandara. Namun saat itu salah satu pembalap, Morbidelli, datang terlambat sehingga dengan terpaksa ia ditinggal 12 pembalap lain.

“Morbidelli memang datang terlambat sehingga 12 rombongan lainnya terpaksa mendahului ke bandara dengan pengawalan buka tutup oleh rekan–rekan saya. Sementara saya diperintahkan untuk menunggu Morbidelli guna melakukan pengawalan selanjutnya,” jelasnya.

Tak lama berselang Morbidelli pun tiba dan dia juga telah bersiap untuk menaiki kendaraannya guna mengawal. Namun tiba-tiba saja, pembalap asal Italia itu tertarik melihat kendaraan dinas kepolisian dan langsung menghampiri dia.

“Dia menghampiri saya dan meminta izin menggunakan motor dinas ini, mungkin dia ingin merasakan sensasi uji kendara karena kebetulan merek motor dinas yang saya bawa ini sama dengan merek motor yang ia pakai saat balapan di ajang MotoGP,” kata dia.

“Setelah saya izinkan dan Morbidelli bersiap mengendari moge itu, tiba-tiba ia meminta saya duduk di belakang untuk ia bonceng menuju hotel, namun saat itu saya bingung karena helm hanya ada satu. Untungnya saat di gerbang Sirkuit Mandalika ada rekan saya yang memberikan helm jadi saat di jalan raya kami berdua menggunakan helm,” katanya.

Selama dalam perjalanan, sebagai manusia normal ia juga merasakan kebanggaan sekaligus deg-degan karena selain sedang dibonceng pembalap kelas dunia (MotoGP). Sebagai aparat ia juga harus memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pembalapasal Italia itu.

Follow Berita Okezone di Google News

“Bangga karena bisa dibonceng oleh pembalap kelas dunia ini, tapi merasa deg-degan juga karena saya takut kalau terjadi sesuatu kepada Morbidelli, karena saya juga harus memastikan betul keselamatan, keamanan dan kenyamanannya,” kata dia.

“Karena hal itu sesuai instruksi dari pimpinan tertinggi kami di Polda NTB, Bapak Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto agar kami para polisi harus menjamin keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke NTB,” lanjutnya.

Setelah tiba di hotel, Morbidelli mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk merasakan sensasi mengendarai moge dinas polisi itu. Selanjutnya diapun memasuki hotel mengambil barang-barang dan keluar kembali menaiki mobil yang telah disiapkan untuk mengantarnya menuju Bandara dengan pengawalan dari Prayitno dan polisi lain.

“Kami kemudian melakukan pengawalan hingga bandara, alhamdulillah Morbidelli tiba tepat waktu dan tidak ketinggalan penerbangan menuju Italia," ujarnya.

"Ia juga sempat mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada kami jajaran Kepolisian Indonesia yang telah banyak membantu para pembalap saat gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini