Share

Kiprah Sanjaya, Raja Sunda yang Dirikan Kerajaan Mataram Kuno hingga Digulingkan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 23 Maret 2022 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 337 2566201 kiprah-sanjaya-raja-sunda-yang-dirikan-kerajaan-mataram-kuno-hingga-digulingkan-WXMcqBi9Lt.jpg Illustrasi Raja Sanjaya (foto: Kuwaluhun.com)

SANJAYA merupakan raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Mataram atau yang dikenal dengan Kerajaan Medang. Tetapi konon raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Mataram yang menurunkan keturunan raja ini memiliki keturunan dari tanah Sunda.

Pasalnya sebelum menjadi raja di Medang yang beribukota di Mataram, Sanjaya konon menjadi penguasa Sunda. Hal ini didasari pada naskah Carita Parahyangan, salah satu naskah berbahasa Sunda yang ditulis pada abad 16.

BACA JUGA:Dyah Pitaloka, Putri Raja Sunda yang Membuat Hayam Wuruk Jatuh Cinta 

Carita Parahyangan mengisahkan Sanjaya merupakan putra dari Sanna sang ayah dan Sanaha ibu kandungnya. Ia pernah melakukan penyerangan bersama Tarusbawa terhadap Kerajaan Galuh. Sebagaimana dikutip dari buku "13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa" tulisan Sri Wintala Achmad, saat itu Kerajaan Galuh tengah dipimpin oleh seorang raja bernama Rahryang Purbasora.

Sanjaya muda lantas menikah dengan Teja Kencana, yang merupakan cucu Tarusbawa. Dari pernikahan inilah Sanjaya memiliki dua orang putra yakni Rakryan Panaraban atau dikenal dengan Tamperan dan Resi Guru Demunawan.

 BACA JUGA:Ketika Nasib Gajah Mada Berakhir Tragis, Disalahkan Usai Pembantaian Raja Sunda dan Permaisurinya

Sesudah Tarusbawa mangkat atau wafat, Sanjaya yang dikenal dengan dengan nama Prabu Harisdarma mendapatkan warisan negeri Sunda. Dengan demikian, Sanjaya bukan hanya menjadi raja Galuh, namun juga menjadi raja Sunda. Sanjaya menjadi raja Sunda - Galuh pada tanggal 4 bagian gelap Caitra tahun 645 Saka.

Selama menjabat sebagai Raja Sunda Galuh Sanjaya melakukan perluasan wilayah kekuasaannya dengan menaklukkan beberapa kerajaan kecil, semisal Manunggul, Kahuripan, Kadul, Balitar, Malayu, Kemir, Keling, Barus, dan Cina. Bahkan Sanjaya juga menaklukkan Indrawarman, Raja Sriwijaya yang menurut sebagian wilayah Sunda.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Perkembangan selanjutnya, Sanjaya yang ingin menguasai tlatah Kalingga bagian selatan. Kemudian ia menyerahkan tahta kekuasaan Sunda Galuh kepada Rakryan Panaraban alias Tamperan. Sanjaya berhasil merebut kekuasaan di Kalingga bagian selatan yang merupakan Prabu Narayana (Iswara). Bahkan menurut Nusantara III / 1 Sanjaya berhasil menaklukkan daerah Jawa Tengah dan sebagian wilayah Jawa Timur pada tahun 724 Masehi.

Sesudah penaklukan Prabu Narayana, Sanjaya menjadi Raja Kalingga. Sesudah mewariskan bumi Kalingga kepada Rakai Panangkaran, Sanjaya mendirikan Kerajaan Medang. Berita Sanjaya Prasasti Mantyasih yang dikeluarkan oleh Dyah Balitung pada tahun 907 Masehi. Selama menjabat sebagai raja Medang, Sanjaya menggunakan gelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.

Sebagai Raja Medang, Ratu Sanjaya meninggalkan Prasasti Canggal di Gunung Wukir, Canggal, Magelang. Prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa dalam bahasa Sanskerta tersebut dikeluarkan pada tahun 732 Masehi.

Sewaktu menjadi Raja Medang, Sanjaya memiliki kebijakan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian. Sehingga waktu itu, Medang dikenal sebagai negeri agribisnis. Selain sektor pertanian demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kerajaan Medang, Sanjaya mengembangkan agama Hindu aliran Siwa.

Sayang semasa memerintah Kerajaan Mataram kuno, Sanjaya kurang memperhatikan sektor pertahanan negara. Hal ini yang menurut sejarawan Slamet Muljana, kekuasaan Sanjaya berhasil digulingkan oleh Dyah Pancapana atau Rakai Panangkaran dari Dinasti Sailendra. Pendapat Slamet Muljana ini didasari pada Prasasti Kalasan yang dikeluarkan tahun 778 Masehi.

Penyebab penyerangan yang dilakukan Rakai Panangkaran karena ingin menyebarluaskan agama Buddha di wilayah Medang, yang masyarakatnya sudah banyak memeluk agama Hindu. Sesudah Sanjaya digulingkan, Dyah Pancapana naik tahta menjadi raja Medang pada 760 Masehi. Ia memiliki Sri Maharaja Rakai Panangkaran Dyah Pancapana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini