Share

KPK Kembali Selidiki Proses Persiapan Pengadaan e-KTP di PNRI

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 Maret 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 337 2565709 kpk-kembali-selidiki-proses-persiapan-pengadaan-e-ktp-di-pnri-0bnF7ejyJW.jpg KPK menyelidiki kembali proses persiapan pengadaan e-KTP di PNRI. (Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki kembali proses persiapan pengadaan e-KTP yang merugikan negara hingga triliunan rupiah di Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Persiapan pengadaan e-KTP itu ditelusuri kembali lewat mantan Direktur Produksi PNRI, Yuniarto, dan karyawan swasta, Setyo Dwi Suhartanto.

"Yuniarto (mantan Direktur Produksi PNRI/Direktur Reycon Integrated Solusi) dan Setyo Dwi Suhartanto (karyawan swasta), keduanya hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan persiapan pengadaan E KTP oleh PNRI," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (22/3/2022).

Selain kedua saksi tersebut, KPK telah memeriksa mantan Kepala Subdit Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, M Wahyu Hidayat. Pemeriksaan saksi dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 21 Maret 2022.

"M Wahyu Hidayat (PNS/Mantan Kepala Subdit Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri), hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan keikutsertaan saksi sebagai salah satu tim teknis dalam proyek pengadaan e-KTP," kata Ali.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan kembali empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Ke-10 tersangka tersebut adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan Markus Nari.

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sementara dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini