Share

3 Prajurit Tewas Ditembak KKB, Panglima TNI: Jangan Korbankan Anak Buah Demi Uang Tambahan!

Riezky Maulana, iNews · Senin 21 Maret 2022 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 337 2565391 3-prajurit-tewas-ditembak-kkb-panglima-tni-jangan-korbankan-anak-buah-demi-uang-tambahan-HKZi4DJEhw.jpg Jenderal Andika Perkasa/ kanal youtube panglima tni

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan evaluasi secara besar-besaran setelah terungkapnya kebohongan Danposramil Gome, Kabupaten Puncak, Papua pada 27 Januari 2022.

 (Baca juga: 3 Prajurit Tewas karena Jaga Proyek, Jenderal Andika: Danpos Gome Tidak Izin!)

Dikatakan Andika, masalah utama yang mengakibatkan 3 prajurit tewas itu hanya soal uang tambahan. Oleh karena itu, dia meminta seluruh prajurit yang bertugas di medan operasi untuk mengedepankan kejujuran.

"Evaluasi ya itu soal kejujuran, jadi yang baru-baru berangkat kemaren sudah kami brief habis. Bahkan kepada yang sedang beroperasi di sana pun kita sampaikan evaluasi," tutur Andika saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2022).

Dia menjelaskan, para prajurit untuk selalu memperhitungkan segala bentuk tindakan yang diambilnya. Kata Andika, jangan sampai anak buah dikorbankan hanya untuk permasalahan uang tambahan.

"Jangan dong sampai terlalu ceroboh, pertimbangan uang untuk pribadi, tetapi kemudian yang jadi korban anak buah," katanya.

 (Baca juga: Terancam Ditahan, Siapa Danki yang Nekat Bohongi Jenderal Andika soal 3 Prajurit Tewas?)

Lebih lanjut dikatakan Andika, saat ini Danpos tersebut telah diproses oleh pihak Puspomad. Eks Danpaspampres itu memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

"Sudah kita kawal terus. Jadi sekarang ini tahap penyidikan dan sudah berlangsung, dan kita membutuhkan tadi, membutuhkan ketelitian," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa marah setelah mengetahui adanya kejanggalan dalam laporan penyerangan Posramil Gome, Kabupaten Puncak, Papua yang menyebabkan tiga prajurit gugur pada 27 Januari 2022.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Jenderal Andika pun mengatakan penyebabnya setelah dilakukan investigasi oleh tim dari Kodam. Dalam akun YouTube-nya, Andika menjelaskan apa yang dilaporkan Komandan Pos (Danpos) tak sesuai.

"Yang terjadi (sebenarnya) ternyata disembunyikan. Memang betul ada penyerangan KKB (kelompok kriminal bersenjata). Tapi ada peran penggelaran komandan kompi dan pos di tempat yang tidak diperhitungkan dan disepelekan," ujar Andika dikutip Sabtu (19/3/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini