Share

3 Prajurit Tewas karena Jaga Proyek, Jenderal Andika: Danpos Gome Tidak Izin!

Riezky Maulana, iNews · Senin 21 Maret 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 337 2565385 3-prajurit-tewas-karena-jaga-proyek-jenderal-andika-danpos-gome-tidak-izin-Qo2S1glGGK.jpeg Jenderal Andika Perkasa/MPI

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa membeberkan ulah Komandan Posramil Gome, Kabupaten Puncak, Papua. Menurutnya, Danpos Gome saat itu melakukan kebohongan terkait serangan yang dilancarkan oleh KKB teroris hingga mengakibatkan 3 prajurit gugur.

 (Baca juga: Terancam Ditahan, Siapa Danki yang Nekat Bohongi Jenderal Andika soal 3 Prajurit Tewas?)

Andika menuturkan Danpos berbohong jika saat itu dirinya melakukan patroli ke sejumlah titik. Padahal, kejadian yang sebenarnya mereka sedang melakukan operasi pengamanan ke proyek galian pasir hingga terjadi penembakan oleh KKB teroris.

"Jadi misalnya dikatakan dia mengeluarkan pengaman pos itu, patroli, ke titik ini, ke titik A, ternyata yang dilakukan itu ke proyek galian pasir," kata Andika saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2022).

Atas hal itu, Andika pun mempertanyakan untuk apa mereka berada di lokasi proyek. Menurut dia, tindakan itulah yang coba ditutupi oleh Danpos agar tidak diketahui oleh Komando Atas.

"Kalau dilaporkan sebenarnya pasti mungkin ada pertanyaan, itu apa di situ? Boleh enggak kamu di situ? Nah sehingga itulah yang kemudian ditutupi harapannya enggak ketahuan," tuturnya.

 (Baca juga: Dibohongi soal Penembakan 3 Prajurit oleh KKB, Jenderal Andika: Proses Hukum Danposnya!)

Andika menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh Danpos amatlah salah. Sebab, saat melakukan patroli ke galian ada pasir tidak ada izin yang dikeluarkan.

Selanjutnya, Andika menyayangkan tindakan yang dilakukan tanpa adanya pertimbangan jeli. Hal itu dikarenakan, lokasi itu merupakan wilayah yang rawan.

"Satu itu salah karena enggak ada izin. Kedua, dilakukan juga tanpa pertimbangan taktis. Ingat ini kan bukan daerah lain, ini daerah yang memang keamanannya juga agak lebih tidak biasa,"pungkasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Diberitakan sebelumnya, Andika mengatakan pelanggaran komandan pos itu hanya soal mendapat uang tambahan. Padahal, dirinya amat memikirkan bagaimana kondisi personel yang ada di wilayah rawan konflik.

"Kita di sini semua memikirkan dukungan dan melindungi anggota, di sana hanya begini-begini saja rupanya. Maksudnya pertimbangan pendek sekali, hanya soal dapat uang tambahan pengamanan, dikorbankan semuanya," ujar Andika dalam akun YouTube-nya, dikutip Sabtu (19/3/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini