Share

KPK Periksa Mantan Direktur Produksi PNRI terkait Korupsi e-KTP

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 21 Maret 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 337 2565080 kpk-periksa-mantan-direktur-produksi-pnri-terkait-korupsi-e-ktp-7D6T9seX4J.jpg KPK (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Senin (21/3/2022). Satu dari ketiga saksi tersebut yakni, mantan Direktur Produksi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Yuniarto.

Sementara dua saksi lainnya yakni, mantan Kepala Subdit Sistem Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri, M Wahyu Hidayat serta Karyawan Swasta, Setyo Dwi Suhartanto. Ketiga saksi tersebut diperiksa untuk sekaligus melengkapi berkas penyidikan tersangka Paulus Tannos (PTS).

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka PTS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.L.

Baca juga: Nasib Tragis Warga Meninggal saat Urus E-KTP demi BPJS, Gubernur Sulsel Geram

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Adapun, 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari.

Baca juga: Warga Meninggal saat Urus BPJS Kesehatan, Netizen: Nyawa Manusia Lebih Penting dari Apapun!

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.

Baca juga: Warga Bulukumba Meninggal saat Urus BPJS Kesehatan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini