Share

Tujuan Sunan Gunung Jati ke Jawa, Bujuk Prabu Siliwangi Masuk Islam

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Senin 21 Maret 2022 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 20 337 2564826 tujuan-sunan-gunung-jati-ke-jawa-bujuk-prabu-siliwangi-masuk-islam-HN3kRNKBdA.jpg Sunan Gunung Jati. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ketika ayahnya meninggal, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) sempat diminta untuk menggantikan ayahnya menjadi penguasa Mesir. Namun, ia lebih memilih untuk menjadi ulama, sehingga ia harus banyak belajar kepada para ulama-ulama terkenal.

BACA JUGA: Kisah Sunan Gunung Jati, Keturunan Penguasa Mesir dan Cucu Prabu Siliwangi : Okezone Nasional

Setelah menimba banyak ilmu kepada para ulama di Negeri Mesir, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati memutuskan untuk kembali ke Jawadwipa bersama ibundanya, Rara Santang.

Sama seperti ibundanya yang haus akan ilmu agama, Sunan Gunung Jati pun turut menimba ilmu agama kepada Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya.

Di sana, selain bersahabat dengan putra-putri dari Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati juga bersahabat dengan Raden Paku, Raden Ja'far Shodiq, Raden Said, Pangeran Jimbun, dan sebagainya.

Setelah menguasai ilmu agama yang cukup mendalam, Sunan Gunung Jati mendapat perintah dari Sunan Ampel agar berdakwah ke daerah Pajajaran di Jawa Barat.

BACA JUGA: Jatuh Cinta pada Sunan Gunung Jati, Putri Kaisar Tiongkok Berlayar ke Cirebon

Rara Santang mendukung apa yang dicita-citakan oleh Sunan Gunung Jati untuk berdakwah kepada eyangnya, Prabu Siliwangi, di Pajajaran.

Diketahui, di wilayah Kerajaan Pajajaran mayoritas rakyatnya memang beragama Hindu-Budha, termasuk para nayaka praja Kerajaan Pajajaran.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Oleh karena itu, Rara Santang sangat mendukung atas keinginan putranya untuk memberikan pencerahan kepada Prabu Siliwangi.

Namun, dalan proses dakwahnya, Sunan Gunung Jati tidak langsung berdakwah kepada Prabu Siliwangi, di Pajajaran. Ia terlebih dahulu berdakwah dengan berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di kawasan Jawadwipa bagian barat (Jawa Barat).

Rupanya, dakwahnya yang lentur dan moderat dapat diterima dengan baik oleh rakyat. Sedikit demi sedikit akhirnya rakyat Pajajaran memeluk agama Islam dengan suka rela.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini