Share

Terdakwa Perkara Unlawful Killing Laskar FPI Divonis Bebas, Jaksa Pikir-Pikir untuk Banding

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 18 Maret 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 337 2563860 terdakwa-perkara-unlawful-killing-laskar-fpi-divonis-bebas-jaksa-pikir-pikir-untuk-banding-Gb8RlXeUPB.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Majelis hakim PN Jakarta Selatan memberikan vonis bebas pada terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella di kasus Unlawful Killing Laskar FPI. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun bakal mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas vonis tersebut.

"Kami menyatakan pikir-pikir," ujar JPU di persidangan, Jumat (18/3/2022).

Jaksa mengaku bakal mempertimbangkan apakah mengajukan banding atau tidak atas vonis hakim yang membebaskan kedua terdakwa itu. Pihak Jaksa bakal melakukan diskusi dahulu dengan pimpinan terkait banding tersebut.

Sementara itu, pengacara dua terdakwa, Henry Yosodiningrat menyatakan kepuasannya atas vonis bebas yang telah dinyatakan majelis hakim PN Jakarta Selatan. Tim pengacara pun mengaku menerima vonis yang dibacakan.

"Alhamdulilah kami menerima putusan itu," kata Henry.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis bebas terdakwa kasus Unlawful Killing Laskar FPI dengan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella. Kedua terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer, menyatakan perbuatan terdakwa Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin sebagai dakawan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas, tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf," kata Ketua majelis hakim, M Arif Nuryanta.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sehingga membuat orang meninggal dunia sebagaimana dakwaan primer.

Namun, keduanya tidak dapat dijatuhi hukuman dengan alasan pembenaran dan pemaaf merujuk pleidoi kuasa hukum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini