Share

Efek La Nina, BMKG: Awal Kemarau di 163 Wilayah Akan Mundur

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 18 Maret 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 337 2563732 efek-la-nina-bmkg-awal-kemarau-di-163-wilayah-akan-mundur-6WIxu9Ak1v.jpg Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: Setkab)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2022. Namun, awal kemarau di 163 dari 342 wilayah zona musim (ZOM) di Indonesia akan mundur.

Salah satu mundurnya musim kemarau, yakni fenomena La Nina yang masih bertahan hingga pertengahan 2022. “Jadi, La Nina masih bertahan. Artinya, potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat Jumpa Pers: Prakiraan Musim Kemarau 2022, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga:  Musim Kemarau 2022 di Bawah Normal, BMKG: Waspada, Karhutla Akan Lebih Besar

Dwikorita mengungkapkan, dari total 342 zona musim di Indonesia, sebanyak 29,8% diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April 2022 yaitu zona musim di Nusa Tenggara yang akan mulai April 2022, juga zona musim di Bali dan sebagian Jawa.

“Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim kemarau yaitu rerata klimatologis mulai tahun 1991 sampai 2020 terkait dengan awal musim kemarau. Maka, awal musim kemarau tahun 2022 di Indonesia diperkirakan mundur pada 163 zona musim atau 47,7% zona musim mengalami awal musim kemarau mundur,” kata Dwikorita.

Sedangkan 90 zona musim atau 26,6% zona musim mengalami musim kemarau yang sama dengan rerata musim kemarau di tahun 1991 hingga 2020. “Dan sebanyak 89 zona musim atau 26% zona musim akan mengalami musim kemarau maju, bahkan sudah dimulai,” katanya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Akan Terjadi pada Agustus 2022

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sementara itu, Dwikorita mengatakan sifat hujan pada musim kemarau tahun ini dibandingkan terhadap rerata klimatologis, akumulasi curah hujan musim kemarau yaitu klimatologis akumulasi curah hujan musim kemarau periode 1991 hingga 2020, maka secara umum kondisi musim kemarau tahun 2022 diperkirakan normal atau sama dengan rerata dengan klimatologisnya pada 197 zona musim atau 57,6% normal.

“Ini sifatnya, sifat hujan pada musim kemarau,” katanya.

Namun, kata Dwikorita, sejumlah 104 zona musim atau 30,4% akan mengalami kondisi kemarau di atas normal atau musim kemarau lebih basah dari rerata klimatologisnya yaitu turun hujan musim kemarau yang lebih tinggi dari rerata klimatologisnya.

“Dan 41 zona musim atau 12% zona musim akan mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering yaitu curah hujan lebih rendah dari reratanya,” katanya.

“Kapan puncak musim kemarau tahun ini terjadi? Puncak musim kemarau tahun 2022 di wilayah Indonesia diperkirakan umumnya terjadi pada bulan Agustus 2022 yaitu sebanyak 52,9% zona musim. Kemudian kami simpulkan bahwa dalam prakiraan musim kemarau Tahun 2022, musim kemarau pada tahun ini akan datang lebih lambat dibandingkan normalnya dengan intensitas yang mirip dengan kondisi musim kemarau biasanya,” pungkas Dwikorita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini