Share

Bareskrim Gandeng PPATK Lacak Transaksi Indra Kenz di Turki

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 17 Maret 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 337 2563351 bareskrim-gandeng-ppatk-lacak-transaksi-indra-kenz-di-turki-LTO1YeWyVW.jpg Indra Kenz (Foto: Instagram)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menyebut tersangka kasus dugaan penipuan Aplikasi Binomo Indra Kesuma alias Indra Kenz tak kooperatif. Sebab, Indra mencoba menghilangkan barang bukti.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengungkapkan, penyidik bekerjasama dengan PPATK untuk menelisik transaksi Indra Kenz ketika pergi ke Negara Turki.

"Sedang kita dalami, kita minta bantuan teman-teman PPATK untuk mengecek. Dia belanja apa, dia beli apa kan kita minta bantuan," kata Whisnu saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga:  Polisi Sebut Indra Kenz Punya Tim Bantu Sembunyikan Rekening hingga Pindahkan Uang

Diketahui, Indra Kenz sebelum menjalani pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri pada medio bulan Februari 2022 lalu, sempat terbang ke Negara Turki dengan dalil menjalani pengobatan.

Sementara itu, kata Whisnu, Indra Kenz disebut menyembunyikan sejumlah barang bukti terkait dengan perkara yang menjeratnya. Namun, penyidik terus melakukan penelusuran untuk mengusut tuntas kasus Binomo.

"Dia semuanya disembunyikan, mulai dari bukti HP, komputer, rekening, kemudian kegiatan dia, semua disembunyikan dan itu kan hak tersangka," ujar Whisnu.

Bareskrim Polri menetapkan Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai tersangka kasus dugaan judi online, penyebaran hoaks, penipuan hingga TPPU terkait Aplikasi Binomo.

Baca Juga:  Polisi Panggil Orang yang Diduga Ajarkan Indra Kenz Jadi Afiliator Pekan Depan

Indra Kenz dengan pasal berlapis setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan Aplikasi Binomo.

Adapun pasal yang disematkan ke Indra antara lain; Pasal 45 Ayat (2) jo Pasal 27 Ayat (2) dan atau Pasal 45 A Ayat (1) jo 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini