Share

Densus 88 Lepaskan 9 Tembakan untuk Hentikan Dokter Sunardi

Felldy Utama, iNews · Rabu 16 Maret 2022 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 337 2562294 densus-88-lepaskan-9-tembakan-untuk-hentikan-dokter-sunardi-b3ASELweyB.jpg Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (foto: Okezone)

JAKARTA - Komnas HAM mengungkap bahwa Densus 88 Antiteror Polri melepaskan sembilan kali tembakan peringatan terhadap terduga kasus terorisme Dokter Sunardi. Tindakan tersebut dilakukan saat pasukan elite itu melakukan pengejaran di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

"Kami tunjukkan semua dalam proses tadi, termasuk juga bagaimana kronologi tembakan. Jadi ya tembakan itu ada 9 kali, tembakan 9 kali. Satu kali itu di bawah," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.

BACA JUGA:Kompolnas Turun Langsung Cek TKP dan Saksi Kasus Dokter Sunardi, Ini Temuannya 

Anam menjelaskan, kejadian ini bermula ketika dua orang polisi mencoba membuntuti dokter Sunardi. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi dan memastikan tidak salah sasaran.

Setelah dipastikan, kedua polisi itu langsung bergegas masuk ke dalam mobil untuk melakukan penangkapan. Lantas polisi meminta yang bersangkutan untuk segera menghentikan mobil.

 BACA JUGA:Terkait Dokter Sunardi, Kompolnas : Aktivitas Jaringan Teroris Sangat Rapi

Alih-alih permintaan itu dituruti, Sunardi malah makin mencap dalam pedal gasnya. Lantaran diabaikan, Densus 88 langsung mengeluarkan tembakan peringatan kepada yang bersangkutan.

"Ini 2 orang polisi jadi setelah diperingatkan ya, disuruh berhenti, diperingatkan suruh berhenti dan sebagainya, dicegat begini sama petugas, habis itu tetap jalan dia," ucapnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Akhirnya aparat berhasil menyamai kecepatan Sunardi yang kemudian langsung menunjukan tanda bahwa dirinya tengah berurusan dengan polisi. Namun, surat yang ditunjukkan tak dihiraukan.

Dari situ barulah terjadi kejar-kejaran, cukup kencang antara mobil yang dikendarai Sunardi dengan aparat kepolisian. Hingga akhirnya bagian mobil tersebut saking berdempetan dan menimbulkan percikan api.

"Ini yang mulai serempet-serempetan dan ini yang sampai muncul itu percikkan api," jelasnya.

Hingga pada akhirnya Densus melepaskan tembakan ke arah Dokrer Sunardi. Namun, hal tersebut tetap tidak membuatnya menghentikan kendaraan.

"Mau kabur dikasih tembakan peringatan pertama, kasih peringatan lagi, tembakan udara dua kali, enggak berhenti-berhenti, nembak sebelah kiri sebelah kiri bangku, itu juga ditembak dari atas juga enggak berhenti, baru tembak berikutnya tembak tangan juga enggak, tembak bahu, kaki enggak berhenti, baru tembak dada dan terus akhirnya nabrak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini