Share

Saat Sultan Hamengku Buwono IX Berjuang Bersama Rakyat Lawan Tentara Jepang

Alyssa Nazira, Okezone · Rabu 16 Maret 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 337 2562246 saat-sultan-hamengku-buwono-ix-berjuang-bersama-rakyat-lawan-tentara-jepang-FnaBUjvDIX.jpg ilustrasi tentara jepang/ wikipedia

PADA tahun 1945, setelah berlangsungnya proklamasi kemerdekaan, tentara Jepang masih diberi kekuasaan oleh sekutu untuk menjaga keamanan di Indonesia, hingga pada akhirnya mereka dipulangkan ke tanah airnya.

(Baca juga: Briptu Christy Ternyata Masih Keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono IX)

Kemudian saat itu pengasingan NICA (Pemerintah Sipil Hindia Belanda) di Melbourne siap untuk menjajah Indonesia kembali. Tetapi, hal tersebut mendapat halangan dari Serikat Buruh Australia yang tidak bersedia melayani kapal-kapal yang hendak berlayar menuju Indonesia.

 (Baca juga: Misteri Arwah Tentara Dai Nippon Gentayangan di Kali Bekasi)

Mengetahui bahwa Belanda ingin melanjutkan penjajahannya di Indonesia, pihak Indonesia berinisiatif untuk mengambil alih semua senjata milik Jepang yang dikuasi oleh Letnan Jenderal Iwabe, mulai dari Cirebon sampai ke Besuki dan Madura.

Hal tersebut sempat menyebabkan terjadinya pertempuran dengan Kenpeitai (Polisi Militer Jepang). Namun, berkat diplomasi dengan Letjen Iwabe, pada akhirnya semua senjata milik Jepang diserahkan kepada Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jawa Timur.

Dalam buku Takhta Untuk Rakyat, diceritakan bahwa untuk melaksanakan serah terima senjata milik Jepang tersebut, pemerintah mengadakan hubungan telepon interlokal dengan Mayjen Moh. Djai, yang merupakan penanggung jawab divisi Malang, Besuki dan Madura. Kemudian ada pula Mayjen Soedirman dari divisi Bojonegoro-Semarang, serta Mayjen Rachmat yang memimpin Kediri dan Madiun.

Hubungan tersebut juga dilakukan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dengan mengirimkan Letjen Abdul Karnen sebagai kurir untuk meminta bantuan dalam melaksanakan perintah tersebut. Letjen Abdul Karnen juga pergi ke Solo, di sana ia mendapat jawaban dari Mangkunegoro, bahwa pasukannya telah melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menulis surat yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan perintah tersebut, ia sanggup memimpinnya seorang diri.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

“Dimas, saya sanggup memimpin sendiri, selain di Yogyakarta juga di Kebumen, Purwokerto, Pekalongan, dan ke sebelah barat” tulisnya.

Mengetahui hal tersebut, kemudian pemerintah tetap mengirimkan satu batalion pasukan untuk membantu Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Pasukan yang dikirimnya tersebut, berada di bawah pimpinan Kolonel Suhud. Sayangnya, mereka hanya berhasil menyerbu tentara Jepang sampai Garut.

Diketahui, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan seorang yang berjiwa kesatria dan seorang nasionalis yang patriotik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini