Share

Indonesia Vision Leader IX, Bupati Tapin Kenalkan Strategi Pembangunan dengan Pertanian

Adhita Dian, MNC Portal · Selasa 15 Maret 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 337 2562046 indonesia-vision-leader-ix-bupati-tapin-kenalkan-strategi-pembangunan-dengan-pertanian-6PTWEjWbqc.JPG Bupati Tapi, Arifin Arpan (Foto: MPI/Adhita)

JAKARTA - Bupati Tapin Arifin Arpan memaparkan strateginya dalam mengolah pembangunan di kotanya dalam babak penjurian Indonesia Visionary Leader (IVL) sesi IX pada Selasa (15/03/2022) di Gedung Sindo, Jakarta.

Ia mengatakan, Kabupaten Tapin merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang potensial dari segi sumber daya alam. "Tahun 2021 kontribusi PDRB Kabupaten Tapin masih didominasi oleh sektor pertambangan, sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, dan sektor perdagangan dan industri pengolahan," jelasnya.

Namun, Arifin menegaskan untuk memberhentikan pengerukan tambang dan fokus ke pertanian. "Kami mengutamakan lingkungan hidup yang berkelanjutan, saya khawatir besok tambang selesai masyarakatnya tetap miskin. Makanya 2012 itu saya tidak mengotak-atik tambang, malah saya berpikir ke reklamasi," katanya.

Arifin mengunggulkan dari sektor pertanian yaitu cabai rawit hiyung, varietas lokal khas Kabupaten Tapin. Cabai ini sebut-sebut memiliki tingkat kepedasan 17 kali lipat.

Dengan sumber daya alam yang melimpah, Arifin juga mengimbanginya dengan pembangunan insfrastruktur dengan bersinergi ke berbagai pihak.

"Kemudian infrastruktur juga mendukung, dari kegiatan-kegiatan selau kita evaluasi, kata bekerja sama tidak selalu dengan dukcapil saja, ada dinas pendidikan kita libatkan, dinas kesehatan kita libatkan. Apalagi sekarang yang dibutuhkan data vaksin sangat dibutuhkan," katanya.

Berbagai sarana prasaran sudah mulai dikembangkan, seperti pembangunan ruang terbuka hijau, ruang terbuka publik, gedung perkantoran pemerintahan daerah, gedung perpustakaan dan gedung pendopo Kabupaten Tapin.

Arifin menambahkan dengan pembangunan infrastruktur ia berharap dapat menarik wisatawan sehingga dapat menggerakan perekonomian dari bidang pariwisata, namun kendala komunikasi masih menjadi pr pemerintah. "Memang itu kelemahan kami di daerah, karena jaringan komunikasi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini