Share

Miftachul Akhyar Mundur dari Ketum MUI, Gus Yahya: Itu Hak Beliau

Widya Michella, MNC Media · Selasa 15 Maret 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 337 2562006 miftachul-akhyar-mundur-dari-ketum-mui-gus-yahya-itu-hak-beliau-ak0R2p3Wcw.jpg Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Foto : MPI)

JAKARTA - Ketua umum PBNU, Yahya Cholil Staquf angkat bicara terkait keputusan pengunduran diri KH Miftachul Akhyar dari Ketum MUI.

"Itu adalah hak beliau, kita mempersilakan kepada beliau. Terhadap muktamar saya melihat bahwa rapat AHWA meminta agar Miftahul Akhyar turun dari Ketua Umum MUI," kata Gus Yahya saat ditemui di kantor PBNU, Selasa,(15/3/2022).

Gus Yahya mengatakan seluruh jajaran mendukung pengunduran diri dar Miftachul Akhyar. Menurutnya hal itu telah didasarkan dari berbagai pertimbangan-pertimbangan matang Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2022-2027.

"Kami semua mendukng PBNU, mendukung keputusan beliau karena. Kami yakin bahwa Rais Aam mempunyai pertimbangan pertimbangan yang matang.

Terkait mekanisme pengunduran sebagai Ketum MUI, Gys Yahya menyerahkan seluruhnya kepada organisasi MUI.

"Bagaimana mekanisme seharusnya di MUI kita persilahkan saja tetapi pada hari ini Rais Aam masih mengatakan bahwa itu keputusan final dari beliau,"ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, KH Miftachul Akhyar menyatakan telah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebab dirinya saat ini juga menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu 9 Maret 2022.

"Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi),"kata Kiai Miftah dikutip dalam laman resmi NU Online.

Miftachul kemudian juga bercerita saat proses pemilihan dirinya menjadi Ketua Umum MUI pada akhir November 2020 lalu. Dimana pada dua tahun sebelumnya dirinya dirayu dan diyakinkan untuk bersedia jadi Ketua Umum MUI.

"Semula saya keberatan, tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat 'bid'ah' di dalam NU. Karena selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini