Share

Lawan Luhut soal Penundaan Pemilu 2024, Puan: Kami Punya Big Data Sendiri

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 15 Maret 2022 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 337 2561960 lawan-luhut-soal-penundaan-pemilu-2024-puan-kami-punya-big-data-sendiri-iPRCLdgk6l.jpg Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani buka suara soal pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim ada big data terkait Pemilu 2024. Di mana, disebutkan dari 110 juta pengguna media sosial ingin Pemilu 2024 ditunda.

Menurut Puan, PDI Perjuangan tak ada kaitan dengan big data yang dimaksud Luhut. Partainya, kata Puan, memiliki big data sendiri.

"Kalau di PDI Perjuangan, kami punya data sendiri dan tidak termaksud dengan data yang disampaikan (oleh Luhut Binsar Pandjaitan). Itu saja. Dan data kami partai politik, big data juga," ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2021–2022 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga:  Ketua DPR Komitmen Berikan Anggaran KPU dan Bawaslu Sesuai Tahapan Pemilu 2024

Puan memastikan bahwa Pemilu 2024 akan berjalan sesuai jadwal. Kendati, pihaknya melihat ada pihak-pihak dengan kepentingan tertentu menggaungkan wacana penundaan Pemilu 2024.

"Pimpinan DPR sesuai dengan mekanisme nya DPR dan pemerintah sudah menyepakati bahwa pemilu itu akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 jadi mekanisme yang sudah berjalan yah kita sepakati dahulu untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Patahkan Klaim Luhut Soal Analisa Big Data Penundaan Pemilu 2024

Sebagaimana diketahui, Luhut menyebut sebagian besar dari 110 juta warga memiliki aspirasi agar Pemilu 2024 ditunda. Luhut mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara yang diunggah di akun YouTube Deddy Corbuzier, pada Jumat 11 Maret 2022.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Begini potongan pernyataan Luhut:

Kalau suara rakyat itu besar, DPR dan parpol pasti mendengar suara konstituen nya. Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam, karena orang orang main Twitter, kira-kira 10 jutalah.

 

Kalau menengah bawah itu pokoknya mau tenang. Pengennya ekonomi (lebih baik). Tidak mau lagi seperti kemaren, kita sakit gigi kan dengar cebong, kampret, kadrun, itukan menimbulkan tidak bagus. Kita coba tangkap dari publik dari data-data tersebut itu bilang kita mau habiskan Rp100 triliun lebih untuk milih ini (Pemilu dan Pilkada serentak 2024) ngapain sih.

 

Nah itu yang rakyat omong. Inikan ceruk ini ada di partai-partai semua. Nanti mereka melihat dan mendengar suara rakyat tersebut.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini