Share

Kisah Soeharto Copot Benny Moerdani Sebagai Panglima ABRI

Alyssa Nazira, Okezone · Senin 14 Maret 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 337 2561511 kisah-soeharto-copot-benny-moerdani-sebagai-panglima-abri-0SoLAmceUS.jpg Benny Moerdani (Foto: Ist)

PADA masa jabatannya sebagai presiden, Soeharto pernah mencopot seorang Jenderal Kopassus dari jabatannya sebagai Panglima ABRI. Benny Moerdani, Jenderal yang harus kehilangan jabatannya sebagai Panglima ABRI di tengah jalan pada saat itu.

Saat itu, Soeharto mencopot Benny dari jabatannya sebagai Panglima ABRI sepekan sebelum Sidang Umum MPR 1988. Ini pertama kalinya Soeharto mengganti Panglima ABRI di tengah jalan.

Baca Juga:  Percakapan Sengit Hoegeng dan Soeharto Sebelum Akhirnya Berhenti Jadi Kapolri

Padahal biasanya, panglima akan diganti bersamaan dengan pelantikan kabinet, karena kedudukannya yang setara dengan menteri dan menjabat selama lima tahun. Benny pun saat itu belum memasuki masa pensiunnya. Demikian dikutip dari Buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap.

Karena hasrat dan ambisinya yang ingin menjadi wakil presiden dan kritik tajamnya terhadap Soeharto, Benny terpaksa harus kehilangan jabatannya sebagai Panglima ABRI di tengah jalan. Bahkan saat itu, juga beredar informasi tentang rencana Benny yang ingin melakukan kudeta. Belum habis masa jabatannya sebagai Panglima ABRI, Benny sudah dicopot dari jabatannya itu oleh Soeharto.

Dalam suatu Sidang Umum MPR, saat sedang membahas siapa yang menjadi pendamping Soeharto saat dicalonkan kembali menjadi presiden periode 1988-1993, ruang sidang dihebohkan oleh interupsi Brigadir Jenderal Ibrahim Saleh, anggota Fraksi ABRI. Di atas mimbar, ia mewacanakan calon wakil presiden alternatif. Saat itu, Ibrahim dikenal termasuk tentara di barisan Benny.

Baca Juga:  Tak Ada Nama Soeharto di Keppres Serangan Umum 1 Maret, Mahfud MD: Ini Bukan Buku Sejarah

Sebelumnya, pada awal sidang, semua anggota majelis sudah sepakat akan mencalonkan Soeharto kembali menjadi presiden periode 1988-1993. Namun, untuk urusan pendamping Soeharto, sidang belum bulat mengusung satu nama.

Dalam sidang tersebut, Fraksi Persatuan Pembangunan bersikeras mencalonkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Jailani Naro, guna menyaingi Sudharmono, yang dicalonkan oleh Golkar. Sedangkan, Fraksi ABRI saat itu belum bersuara.

Benny yang masih menjadi Panglima ABRI saat itu, juga menjabat sebagai Ketua Fraksi ABRI, belum juga menyatakan dukungannya kepada Sudharmono. Banyak yang mengatakan jika Benny berhasrat untuk menjadi wakil presiden.

Akhirnya jabatan Benny sebagai Panglima ABRI, digantikan oleh Jenderal Try Sutrisno. Perlahan Benny pun mulai tersingkir dari percaturan kekuasaan. Meskipun pada akhirnya, Benny tetap masuk ke dalam jajaran kabinet, pada masa kepemimpinan Soeharto dan Sudharmono.

Benny diberikan jabatan sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan V. Benny yang sebelumnya dikenal sebagai sosok angker pun berubah, kini menjadi Benny yang negarawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini