Share

Sempat Ditetapkan Tersangka, Nenek di Maluku Akhirnya Bebas Lewat Restorative Justice

Riezky Maulana, iNews · Senin 14 Maret 2022 04:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 337 2561035 sempat-ditetapkan-tersangka-nenek-di-maluku-akhirnya-bebas-lewat-restorative-jusitice-8WAAdNIklm.jpg Nenek asal Maluku mendapatkan restorative justice (Foto: istimewa)

JAKARTA - Nenek berusia 50 Tahun bernama Siti Mina Ohorella akhirnya bisa bernapas lega setelah tuntutan hukumnya dicabut melalui penyelesaian restorative justice. Dia ditetapkan sebagai tersangka usai terlibat kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan MP meninggal dunia November 2021.

Mina sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling. Dia terpaksa mengambil alih tugas kepala keluarga lantaran suaminya meninggal dunia 5 tahun lalu.

Pada 2017 ketika Mina sedang berjualan, dia menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Kejadian itu mengakibatkan wajahnya harus dijahit sebanyak 500 jahitan.

Seiring berjalannya waktu, atau tepatnya Minggu 21 November 2021, Mina terlibat kecelakaan lalu lintas yang kedua kalinya. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 10.00 WIT.

Adapun kronologi kecelakaan Mina saat itu dirinya tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R warna merah dari arah Dusun Ketapang menuju Dusun Uhe untuk berjualan sayur. Kondisi jalan yang dilalunya memang menurun dan ada sedikit tikungan.

Baca juga: Sosialisasikan Keadilan Restoratif di Aceh, Ditjenpas: Kita Butuh Kesepahaman

Tepat di hadapannya terlihat jalan berlubang, lantas Mina langsung berupaya menghindarinya ke arah kanan. Namun pada saat bersamaan muncul sepeda motor korban Honda Beat hitam dari arah berlawanan yang dikendarai korban MP.

Baca juga: Penuh Haru, Maling Motor Dapat Restorative Justice lalu Bersimpuh Mohon Ampun kepada Ibunya

Karena kaget, Mina pun panik sehingga motor yang dikendarainya hilang kendali dan terjadilah kecelakaan. Mina dan MP lantas dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Tetapi, satu jam kemudian korban MP meninggal dunia.

Pasal yang disangkakan kepada perempuan yang tinggal di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku ini adalah 310 ayat 4 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kasus terus berjalan, hingga akhirnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Seram Bagian Barat, Irfan Hergianto berupaya agar kasus itu diselesaikan dengan restorative justice. Irfan berupaya mendamaikan antara pihak Mina dan keluarga MP.

"Jumat 25 Februari 2022 bertempat di Kantor Kejari Seram Bagian Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat telah melakukan mediasi dan upaya perdamaian antara tersangka dan keluarga korban," ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, Minggu (13/3/2022).

Ketut menuturkan, saat itu, istri korban MP dan keluarga berbesar hati telah memaafkan kelalaian tersangka. Pihak keluarga korban juga menerima dengan baik permintaan maaf dari Mina.

"Akhirnya dapat dilakukan Penghentian Perkara berdasarkan Restorative Justice, dan kini Siti Mina Ohorela alias Mina bebas tanpa syarat," katanya.

Baca juga: Polres Blitar Tegaskan Penghentian Kasus Emak-Emak Curi Susu Bukan karena Hotman Paris

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini