Share

Soal Label Halal Kemenag, Anwar Abbas: Terlalu Mengedepankan Seni dan Nuansa Lokal

Bachtiar Rojab, MNC Media · Minggu 13 Maret 2022 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 13 337 2560719 soal-label-halal-kemenag-anwar-abbas-terlalu-mengedepankan-seni-dan-nuansa-lokal-aI8210ncAo.jpg Anwar Abbas (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai, label halal baru yang telah dicetuskan Kementerian Agama (Kemenag) terlalu mengedepankan seni sehingga tak memperlihatkan halal sebagai kata yang diserap dari bahasa Arab.

Menurut dia, label halal yang tertera saat ini terlalu bernuansa lokal sehingga berpotensi akan kurang dimengerti banyak orang.

"Kalau bagi saya, tulisan Arabnya enggak nampak tulisan Arabnya. Terlalu mengedepankan seni, ya dan terlalu mengedepankan nuansa lokal," ujar Anwar, Minggu (13/3/2022)

Menurut Anwar, dengan kentalnya nuansa lokal dalam keterangan label halal tersebut berpotensi dapat menimbulkan kekeliruan lantaran banyak orang yang tak memahami makna dari tulisan tersebut.

"Orang Arab pun enggak tahu kalau itu tulisan Arab. Jadi yang tahu hanya dia saja. Tapi orang sedunia ngerti kalau tulisan Arab biasa, tahu itu halal," ucapnya.

Baca juga: Kemenag Jelaskan Filosofi Label Halal Indonesia yang Berlaku Nasional

Anwar menjelaskan, nuansa religius yang terkandung dalam label halal kini menghilang, akibat terlalu mengedepankan seni yang berdampak menenggelamkan maknanya.

"Justru makna religiusnya hilang, Kalau ini kan enggak nampak tulisan Arabnya, meskipun dia itu tulisan Arab itu. Kata bahasa Arab itu tenggelam oleh seninya," katanya.

Baca juga: Menag: Label Halal MUI Tidak Berlaku Lagi

Lanjutnya, meskipun label halal tersebut dinilai indah namun hal itu tidak akan diperlukan jika sudah menghilangkan makna, serta keutamaan dari informasi halal pada satu label itu sendiri.

"Indah sih indah, cuman orang nggak paham itu apa. Orang nonmuslim kalau baca tulisannya halal, dia tau nih oh iya ini halal. Tapi kalau orang yang nggak paham, kan bingung," ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebelumnya, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham resmi mengesahkan label halal baru. Menurutnya, label tersebut adalah perpaduan Islam dengan budaya Indonesia.

Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal dan akan berlaku secara nasional.

Aqil mengklaim, label halal tersebut terdiri dari dua objek yang bersatu. Nuansa gunung berpadu dengan Wayang bersanding mencerminkan keragaman kehidupan manusia.

"Bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia," ujar Aqil dalam keterangan pers, Sabtu (12/3/2022).

Lanjutnya, kaligrafi yang tersusun sedemikian rupa, mencerminkan nuansa dalam satu rangkaian yang membentuk kata halal.

Baca juga: Sebut Label Halal MUI Tidak Berlaku Lagi, Begini Penjelasan Menag Yaqut

"Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ḥa, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal," jelas dia.

Baca juga: Kemenag Tetapkan Label Halal Indonesia Berlaku Nasional untuk Semua Produk, seperti Apa?

Menurut Aqil, Bentuk tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan, atau semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Aqil menjelaskan, Motif Sujan yang memiliki 6 kancing juga dihadirkan guna mempertegas rukun iman. Adanya jarak dari motif tersebut juga mempertegas adanya pembeda sebagai pemberi batas halal haram yang jelas.

"Hal itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk," tutur Aqil.

Baca juga: Muslimin Wajib Konsumsi Makanan Halal, Ini Pengaruhnya dalam Ibadah kata Ustadz Rashied

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini