Share

Jokowi Kemah di IKN, Seluruh Gubernur Bawa Tanah dan Air saat Prosesi Pengisian Kendi Nusantara

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 12 Maret 2022 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 12 337 2560447 jokowi-kemah-di-ikn-seluruh-gubernur-bawa-tanah-dan-air-saat-prosesi-pengisian-kendi-nusantara-XQW1w3cco1.jpg Prosesi pengambilan air dari danau/ Antara

SAMARINDA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berkemah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tanggal 13 hingga 14 Maret 2022.

(Baca juga: Presiden Jokowi Akan Berkemah di Titik Nol IKN Nusantara)

Di lokasi kemah Jokowi, nantinya akan dilangsungkan prosesi pengisian Kendi Nusantara di lokasi IKN. Gubernur yang hadir dalam acara kemah tersebut diharuskan membawa tanah dan air dari daerah masing-masing.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berencana akan mengambil air dan tanah di Kutai Lama Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov Kaltim HM Syafranuddin menjelaskan sesuai pesan Protokol Istana, semua air dan tanah yang dibawa harus memiliki ceritanya.

(Baca juga: 60 Ribu ASN Jadi Klaster Pertama yang Pindah ke Ibu Kota Baru)

“Nanti air dan tanah itu akan dimasukan dalam tempat bernama Nusantara, air dan tanah itu akan diserahkan ke Pak Gubernur untuk dimasukan ke dalam tempat bernama Nusantara itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam catatan sejarah Kutai Lama menjadi pusat Kerajaan Kutai Kertanegara selama empat abad sebelum berpindah ke Jembayan dan terakhir di Tenggarong.

“Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar Abad ke-14,” tuturnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Selain itu, Kesultanan Kutai Kartanegara, sebelum melakukan Erau terlebih dulu mengambil air dari Sungai Kutai Lama. Kemudian dibawa ke Keraton untuk digunakan dalam berbagai prosesi Erau.

“Ritual Ngalak Air mengandung pesan filosofis agar selalu mengingat asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang diwariskan. Meski Ibu Kota Kesultanan Kutai berpindah ke Tenggarong.

Namun keluarga Kesultanan Kutai tetap menganggap Kutai Lama sebagai kampung halaman dan asal-usul nenek moyang mereka,” jelasnya.

Dia mengatakan demi melancarkan rencana pengambilan air dan tanah di Kutai Lama ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara.

 Selain itu juga akan segera melakukan koordinasi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara, Camat serta Kepala Desa Kutai Lama.

“Biasanya untuk mengambil air Tuli ini, dibawa kelengkapan ritual seperti beras wija kuning, wijen hitam yang dicampur dupa, air tepong tawar, arang yang membara, kembang, dan beberapa butir telur. Namun untuk kegiatan IKN, ini bisa disederhanakan namun tidak mengurangi maknanya,” tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini