Share

Banjir Bandang Landa Banggai Sulteng, 178 Hewan Ternak Mati

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Maret 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 337 2560043 banjir-bandang-landa-banggai-sulteng-178-hewan-ternak-mati-9DhAhEIsr2.jpeg Hewan ternak di Banggai mati akibat banjir bandang. (BNPB)

JAKARTA - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Rabu (9/3/2022) mengakibatkan 178 hewan ternak mati.

"Adapun rinciannya 3 ekor sapi, 5 ekor kambing, 20 ekor babi dan 150 ekor ayam," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keteranagn tertulis, Jumat (11/3/2022).

Berdasarkan hasil kaji cepat tim BPBD Banggai per Jumat (11/3), banjir bandang juga mengakibatkan 8 rumah rusak berat, 7 rusak sedang, dan 17 rusak ringan.

Abdul menjelaskan, banjir bandang itu tercatat sempat merendam permukiman warga dengan tinggi muka air 100 sentimeter.

"Kondisi mutakhir saat ini air telah surut dan warga "ulai membersihkan rumah mereka dari material lumpur yang terbawa banjir," ucapnya.

Tim BPBD Kabupaten Banggai bersama lintas instansi gabungan telah berkoordinasi guna kaji cepat, monitoring kondisi mutakhir, membantu proses evakuasi, pembersihan material dan memberikan bantuan logistik serta peralatan.

Hujan dengan intensitas ringan, sedang dan yang dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Banggai hingga Minggu (13/3), sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menyikapi hal tersebut, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta kepada seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Upaya seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan agar dilakukan secara berkala.

Sebagai antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana susulan, masyarakat di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi sementara jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini