Share

Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Pesan Mahfud MD

Riezky Maulana, iNews · Kamis 10 Maret 2022 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 337 2559697 menuju-indonesia-emas-2045-ini-pesan-mahfud-md-GN2mSazLXI.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Kemenkopolhukam)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menekankan Perguruan Tinggi harus melakukan kolaborasi secara internal antara civitas akademika, dan masyarakat. Kolaborasi itu bertujuan untuk mencapai Indonesia Emas di 2045.

"Bagaimana kita bisa memberi feedback kepada masyarakat dan kebalikannya sehingga bersinergi. Itulah Indonesia emas nantinya,” ujar Mahfud dalam acara Dialog Nasional Manajemen Talenta Indonesia Emas 2045 yang digelar secara daring, Kamis (10/3/2022).

Dia menjelaskan, Indonesia Emas menurut konstitusi, yang kemudian dijadikan rujukan atau orientasi pencapaian tujuan utama, adalah yang tertuang dalam alinea kedua pembukaan UUD 1945. Dimana, diktum itu mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Karena itu, visi Indonesia Emas kemudian diletakkan didalam empat pilar. Pertama, pembangunan SDM dan Iptek, kedua, pembangunanan ekonomi berkelanjutan.

Ketiga, pemerataan pembangunan, keempat, pemantapan ketahanan nasional dan terakhir adalah tata kelola.

“Jadi kita bekerja atas pilar itu. Mari kita bangun SDM dan Iptek, yang akan mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan harus didorong pemerataan hasil pembangunan serta memantapkan ketahanan nasional,” katanya.

Mahfud MD menyebut, untuk mencapai Indonesia Emas, pendidikan merupakan kata kunci yang memiliii makna filosofi tersendiri. Sehingga yang dicetak ialah kecerdasan watak, bukan hanya kecerdasan otak.

"Kita menyelenggarakan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehidupan itu watak dan otak, jasmani dan rohani,Itu bunyi UUD. Karena kita bertekad untuk mengadakan pendidikan bukan pengajaran," jelasnya.

"Maka di dalam pasal 31 ayat 3 dikatakan bahwa sistem pendidikan berdasar iman, takwa, dan ahlak. Mulai dari hati dulu," imbuhnya.

Dia menuturkan, saat ini telah masuk ke dalam era disrupsi dan apa saja dapat berubah secara cepat. Ditambah adalagi fenomena hoaks, dan sesuatu yang dianggap benar atau post-truth.

"Padahal itu salah, karena selalu disuarakan melalui media sosial. Karena itu, pendidikan agama, pendidikan moral pancasila, menjadi penting disetiap tingkatan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini