Share

Bak Film Action, Begini Kronologi Penangkapan Teroris di Sukoharjo hingga Berujung Penembakan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 10 Maret 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 337 2559391 bak-film-action-begini-kronologi-penangkapan-teroris-di-sukoharjo-hingga-berujung-penembakan-GstbUJLQIo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinsial SU di Sukoharjo, Jawa Tengah. Tersangka terpaksa ditembak lantaran melawan dan membahayakan nyawa warga serta petugas hingga meninggal dunia.

"Melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Ramadhan menuturkan, penangkapan itu dilakukan pada Rabu 9 Maret sekira pukul 21.15 WIB, di Jalan Bekonang, Sukoharjo.

Berdasarkan pernyataan dari Humas Polri, detik-detik penangkapan seorang tersangka teroris itu bak Film Action. Pasalnya, saat hendak ditangkap SU sedang mengendarai kendaraan roda empat dengan double cabin.

Baca juga: Detik-Detik Teroris di Sukoharjo Tewas Ditembak, Sempat Melaju Zig-Zag dan Tabrak Kendaraan Lain

Ketika mengetahui hendak ditangkap, SU berusaha melarikan diri dan melawan. Berdasarkan keterangan dari Humas Polri, perlawanan SU itu dengan mencoba kabur menggunakan kendaraannya sembari menabrak ke petugas yang menghadangnya.

"Adapun saat penangkapan, SU melakukan perlawanan terhadap petugas secara agresif. Yaitu dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentiikan tersangka," ujar Ramadhan.

Baca juga: Terduga Teroris Tewas Ditembak di Sukoharjo Merupakan Jaringan JI

Karena berusaha melarikan diri, akhirnya personel detasemen berlambang burung secara spontan langsung naik ke cabin dari kendaraan milik tersangka teroris tersebut.

Lalu, tersangka SU berusaha menjatuhkan personel Densus yang berada di belakang mobilnya tersebut, dengan cara menggerakan kendaraannya ke kanan dan kiri dalam keadaan cepat.

Melihat upaya itu, petugas Densus 88 pun telah memberikan peringatan agar tersangka tidak melakukan hal tersebut, namun tidak dihiraukan oleh tersangka.

"Petugas yang naik di bak belakang mobil double cabin milik tersangka mencoba untuk memberikan peringatan namun SU tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kanan ke kiri atau gerakan zig-zag yang tujuannya menjatuhkan petugas," ucap Ramadhan.

Akibat upaya pelarian diri, kata Ramadhan, mobil terduga teroris kemudian menabrak kendaraan dari masyarakat umum yang melintas di jalan tersebut. Di situasi itulah, petugas memutuskan melakukan tindakan tegas terukur.

Baca juga: Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Sukoharjo karena Melawan saat Ditangkap

"Kemudian menabrak kendaraan masyarakat yang melintas. Dikarenakan situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyarakat sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur," tutur Ramadhan.

Pasca-kejadian itu, dua anggota Densus 88 Antiteror Polri terluka. Mereka kini, mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

Baca juga: Terduga Teroris Tewas saat Ditangkap Densus 88 di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polda Jateng

Setelah diusut, terduga teroris itu ternyata merupakan jaringan dari Jamaah Islamiah (JI). SU pernah menjabat sejumlah posisi strategis di kelompok teroris tersebut. Salah satu di antaranya adalah, penasihat Amir Jamaah Islamiah.

"Kemudian yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai Amir Khidmat, Deputi Dakwah dan informasi dan yang bersangkutan sebagai penasihat Amir JI dan juga penanggung jawab Ilal ahmar," tutup Ramadhan.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini