Share

Aktivitas Gunung Merapi Naik, Ini Rekomendasi PVMBG

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 10 Maret 2022 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 337 2559354 aktivitas-gunung-merapi-naik-ini-rekomendasi-pvmbg-IgWpaU5AyJ.jpg Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi memberikan beberapa rekomendasi terkait naiknya aktivitas Gunung Merapi sejak kemarin malam.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, terkait dengan aktivitas saat ini, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi.

"Kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya–upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini, " katanya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Jalur Penambangan dan Wisata Ditutup

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi aktivitas G. Merapi melalui aplikasi Magma Indonesia, merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, Pos Pengamatan G. Merapi terdekat, dan kantor BPPTKG, di Yogyakarta, " jelas dia.

Baca juga: Gunung Merapi Meletus, 253 Warga Mengungsi Hindari Awan Panas dan Abu Vulkanik

Badan Geologi melalui PVMBG-BPPTKG terus berupaya dalam mitigasi bahaya Gunung Merapi, baik melalui pemantauan, penilaian bahaya, penyebaran informasi, dan sosialisasi aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang terpercaya dan mengikuti rekomendasi dari Badan Geologi, pemerintah daerah, dan BPBD setempat.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penutupan sementara jalur menuju kawasan penambangan pasir, dan jalur wisata di lereng Gunung Merapi setelah terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Merapi.

"Setelah adanya APG Gunung Merapi pada Rabu (9/3) hingga pagi tadi, jalur penambangan dan jalur wisata di lereng Merapi bagian atas langsung ditutup sementara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman.

Menurut dia, jalur penambangan yang ditutup tersebut yakni di Kelurahan Kepuharjo, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan yang menuju ke Sungai Gendol.

"Sedangkan jalur wisata yang ditutup sementara yakni rute jip wisata 'Volcano Tour' di Kelurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Cangkringan yang menuju ke arah Bunker Kaliadem," katanya.

Ia mengatakan, seluruh alat berat yang ada di kawasan penambangan pasir Sungai Gendol, Kepuharjo saat ini juga sudah dipindahkan ke lokasi yang aman

"Jalur wisata arah Bunker Kaliadem juga sudah dikosongkan dari armada jip wisata," katanya.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Ratusan Warga Desa Glagaharjo Mengungsi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini