Share

Terduga Teroris Tewas Ditembak di Sukoharjo Merupakan Jaringan JI

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 10 Maret 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 337 2559337 terduga-teroris-tewas-ditembak-di-sukoharjo-merupakan-jaringan-ji-98EYlXYWU5.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. (Foto : MNC Portal)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak terduga teroris berinisial SU di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), karena melawan saat penangkapan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, terduga teroris tersebut merupakan jaringan dari Jamaah Islamiah (JI).

"Keterlibatan SU adalah selaku anggota organisasi teroris JI," kata Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2022).

Ia menyebut, SU pernah menjabat sejumlah posisi strategis di kelompok teroris tersebut. Salah satunya penasihat Amir Jamaah Islamiah.

"Kemudian yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai Amir Khidmat, Deputi Dakwah dan informasi dan yang bersangkutan sebagai penasihat Amir JI dan juga penanggung jawab Ilal ahmar," ujar Ramadhan.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan tindakan tegas, Densus 88 telah memberikan peringatan kepada SU.

"Namun SU tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kanan ke kiri atau gerakan zigzag yang tujuannya menjatuhkan petugas," ujar Ramadhan.

Setelah mencoba melarikan diri, ia menyebutkan, tersangka teroris itu akhirnya menabrak kendaraan masyarakat yang melintas.

"Dikarenakan situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyaralat sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur," ucap Ramadhan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Pihak Densus 88 sempat membawa terduga teroris itu ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa SU itu tidak tertolong.

"Kemudian petugas membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Surakarta untuk penanganan medis. Namun yang bersangkutan meninggal dunia saat dievakuasi," tutur Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini