Share

5 Pemimpin Negara yang Menjabat Paling Singkat, Ada yang Hanya 2 Jam!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 09 Maret 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 337 2558382 5-pemimpin-negara-yang-menjabat-paling-singkat-ada-yang-hanya-2-jam-W0YITcSBv7.jpeg Joseph Goebbels. (Foto: Fighter Freedom)

MASA jabatan pemimpin di tiap negara berbeda-beda. Indonesia, misalnya, menerapkan masa kepemimpinan presiden satu periode selama 5 tahun, sementara Amerika Serikat 4 tahun.

Di dunia, ada presiden yang pernah menjabat selama hampir separuh abad dan didapuk sebagai presiden dengan masa jabatan terlama di dunia, yakni Fidel Castro yang memimpin selama 49 tahun. Namun, tidak sedikit pula presiden yang menjabat sebentar. Berikut ini adalah beberapa pemimpin negara dengan masa jabatan paling sebentar.

1. Carlos Manuel Piedra (2 Jam)

Carlos Manuel Pierda pernah menjabat sebagai Presiden Kuba selama 2 jam. Dia adalah seorang hakim agung yang diangkat menjadi presiden sementara oleh junta militer pada 2 Januari 1959.

Namun, masa jabatan tersebut harus berakhir setelah Piedra kabur ke kedutaan Amerika karena pemberontak mengepung kantor presiden. Akhirnya, jabatan presiden digantikan oleh Manuel Urrutia Lleo.

2. Joseph Goebless (5 Jam)

Menjadi seorang propagandis yang disegani banyak ilmuwan membuat Hitler mempercayakan kekuasaannya atas Nazi kepada Joseph Goebless. Ketika Hitler bunuh diri, Joseph Goebless seketika naik pangkat menjadi Kanselir Jerman.

Namun, kekuatan Sekutu ternyata tetap membuatnya ringkuh. Akhirnya, ketika pasukan barat mendekati wilayah bunker Hitler, Goebless membawa serta istri dan anak-anaknya untuk bunuh diri. Kematiannya membuat Goebless mencatat sejarah sebagai pemimpin Nazi hanya selama 5 jam saja.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

3. Roger LaFontant (kurang dari 24 jam)

Roger LaFontant menjadi Presiden Haiti setelah melakukan upaya kudeta. Dia adalah seorang Menteri Dalam Negeri yang mengasingkan diri ke Republik Dominika. Lalu pada 7 Juli 1990, ketika diselenggarakan pemilihan presiden Haiti, LaFontant mengumumkan keikutsertaannya sebagai capres.

LaFontant menggulingkan Ketua Mahkamah Agung dan menjadi Presiden Haiti. Namun, kudeta lain datang dan meruntuhkan kepemimpinan singkat LaFontant. Roger LaFontant ditangkap bersama seluruh kaki tangannya. Ia hanya menjabat kurang dari sehari sebagai presiden.

4. Diosdado Cabello (1 hari)

Diosdado Cabello adalah Wakil Presiden Venezuela, bersama Hugo Chavez sebagai presidennya. Pada 2002, terjadi sebuah kudeta yang membuat Chavez terpaksa mundur dari jabatan. Otomatis, Cabello naik sebagai presiden.

Namun, Cabello ingin mengembalikan posisi Chavez. Sehingga dia mengangkat Chavez sebagai wakil. Kemudian pada keesokan hari, Cabello mundur dari jabatan. Hugo Chavez kembali menjabat sebagai presiden.

5. Khalid bin Barghash (2 hari)

Khalid bin Bargash menggantikan sepupunya untuk menjabat sebagai Sultan Zanzibar pada 1989. Hamid bin Thuwaini, Sultan Zanzibar sebelumnya, meninggal secara mendadak.

Akan tetapi, Kerajaan Inggris menolak fakta bahwa Khalid menduduk posisi sultan dan mengirimkan ultimatum agar dia mengundurkan diri selama dua hari.

Khalid melawan ultimatum ini. Ia melayangkan serangan kepada Inggris dengan mengirimkan lima kapal untuk menginvasi wilayah tersebut sehingga terjadi perang Anglo-Zanzibar yang terjadi selama 38 menit. Khalid akhirnya menyerah dan kabur ke Afrika Timur. Kepemimpinan Khalid berakhir tepat selama 2 hari.

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini