Share

Kisah Jenderal Nasution Belanja Senjata Mematikan Milik Uni Soviet

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Selasa 08 Maret 2022 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 337 2558315 kisah-jenderal-nasution-belanja-senjata-mematikan-milik-uni-soviet-r2wscq2HaV.jpg Jenderal Nasution dan Soeharto/ ist

JAKARTA โ€“ Perang Rusia-Ukraina menghebohkan seluruh dunia. Perang yang berlangsung hari ketiga belas ini mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia.

(Baca juga: Stok Rudal dan Senjata Mutakhir Rusia Habis, Ukraina Sebut Menang Perang 48 Jam Lagi)

Namun tahukan Anda, Indonesia membeli alutsista atau alat utama sistem senjata yang dilakukan kepada Uni Soviet pada 4 Maret 1961.

Dilansir dari beragam sumber, Selasa (8/3/2022) Jenderal AH Nasution pergi ke Moskow, Uni Soviet pada tahun 1960. Ia mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan pemerintah Uni Soviet. Proses negosiasi selesai pada 6 Januari 1961 dan membuahkan hasil. Nasution berhasil membawa alutsista dari Moskow menuju Jakarta.

(Baca juga: Kisah Hoegeng Jabat Kepala Imigrasi, Berawal dari Pertemuannya dengan Jenderal Nasution)

Nasution berhasil membawa alutsista senilai 450 juta dolar dengan mekanisme pembayaran dilakukan secara kredit berjangka 20 tahun dengan bunga 2,5 persen.

Dalam agenda pembelian tersebut, kebutuhan Angkatan Laut dan Angkatan Udara menempati slot utama.

Alutsista yang berhasil dibawa oleh Jenderal AH Nasution, antara lainย  12 kapal selam, tank tempur, Kapal roket cepat, Pesawat tempur, Helikopter dan Peralatan amfibi.

Angkatan Udara (AU) mendapatkan pesawat jet tempur, pesawat pembom, dan sistem pertahanan udara beserta radarnya. Sedangkan untuk Angkatan Darat (AD) terbatas pada tank dan perlengkapan artileri.

Indonesia membeli senjata dari Uni Soviet untuk menjalankan Operasi Tri Komando Rakyat atau Trikora pada tahun 1961. Sebelumnya, Indonesia telah mendatangi Amerika Serikat untuk menjalin kerja sama, namun tidak berhasil. Operasi Trikora merupakan konflik 2 tahun yang dilancarkan militer Indonesia untuk menggabungkan Irian Barat (Papua).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini