Share

Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman yang Jadi Rujukan Pasukan Kemerdekaan!

Tim Okezone, Okezone · Selasa 08 Maret 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 337 2557829 kiai-bambu-runcing-guru-jenderal-soedirman-yang-jadi-rujukan-pasukan-kemerdekaan-p896LkD2xu.jpeg Kiai Subchi. (Foto: Nu.or.id)

SALAH satunya pejuang Muslim yang ikut membela Tanah Air adalah Kiai Subchi Parakan. Ia dikenal dengan Kiai Bambu Runcing.

Seperti dilansir NU Online, Kiai Subchi merupakan seorang ulama besar yang berasal dari Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Lahir pada tahun 1850, Subchi, atau sering disebut dengan Subeki, merupakan putra sulung Kiai Harun Rasyid yang merupakan penghulu masjid di kawasan tersebut.

Kiai Subchi dikenal sebagai ulama dan pejuang yang membakar semangat para pemuda untuk bertempur melawan penjajah. Beliau meminta pemuda-pemuda untuk mengumpulkan bambu yang ujungnya dibuat runcing, kemudian diberi asma' dan doa khusus.

Berbekal senjata bambu runcing, pemuda-pemuda Tanah Air berani berjuang di garda depan bertarung dengan melawan kolonial Belanda. Bambu runcing inilah yang kemudian menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia untuk mengusir penjajah Belanda.

Melansir dari unggahan akun Instagram @ulama.nusantara, Kiai Subchi dikenal sebagai seorang yang murah hati dan suka membantu warga sekitar yang kekurangan. Beliau dikenal sebagai orang yang dermawan dan suka bersedekah.

 Baca juga: Kisah Jenderal Bambu Runcing Kiai Subchi, 10 Ribu Orang Tiap Hari Disepuh

Kiai Subchi sering membagikan hasil pertanian, maupun menyumbangkan lahan kepada warga yang tidak memilikinya. Tindakannya itu membuat sosoknya disegani warga dan memiliki kharisma yang sangat kuat.

Ketika barisan Kiai mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926, Kiai Subchi turut serta dengan mendirikan NU Temanggung. Beliau kemudian menjadi Rais Syuriah NU Temanggung. Kiai Subchi juga sangat mendukung anak-anak muda untuk berkiprah dalam organisasi.

Kiai Subchi juga dikenal sebagai sosok sederhana, zuhud dan sangat tawadhuk. Ketika banyak pemuda pejuang yang sowan untuk minta doa dan asma', Kiai Subchi justru menangis tersedu-sedu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dalam memoarnya 'Berangkat dari Pesantren', Kiai Saifuddin Zuhri (1919-1986) menceritakan bahwa KH Wahid Hasyim, KH. Zainul Arifin, dan KH Masjkur pernah mengunjungi Kiai Subchi. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Subchi menangis karena banyak yang meminta doanya. Padahal ia merasa tidak layak dengan maqam tersebut.

Kiai Saifuddin Zuhri juga menuliskan bahwa, Kiai Subchi menjadi rujukan laskar-laskar yang berjuang di garda depan revolusi kemerdekaan. Berbondong-bondong barisan-barisan laskar dan TKR menuju Parakan, hanya untuk meminta doanya agar mereka mampu berperang melawan penjajah.

Bahkan Jenderal Sudirman berkunjung ke kediaman Kiai Subchi untuk meminta doa dan bantuan darinya. Beliau sowan ke kediaman Kiai Subchi.

Jenderal Sudirman sering berperang dalam keadaan suci. Beliau juga mengamalkan doa dari Kiai Subchi yang merupakan teladannya. Dari kisah ini dapat diketahui kalau Jenderal Sudirman merupakan santri Kiai Subchi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini