Share

KKB Serang Warga, Perindo: Separatisme Papua Harus Segera Dipadamkan!

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 05 Maret 2022 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 05 337 2556893 teroris-kkb-serang-warga-perindo-dorong-penuntasan-dengan-dialog-fKUk567eZ5.jpeg Ketua DPP Partai Perindo Bidang Pertahanan dan Keamanan Susaningtyas Kertopati (Foto: Ist)

JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Pertahanan dan Keamanan, Susaningtyas Kertopati menyoroti penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Puncak, Papua, pada Rabu, 2 Maret 2022 pukul 13.00 WIB. 

Di mana, dalam penyerangan kelompok separatis teroris itu menembak karyawan Palaparing Timur Telematika yang sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station 3 Telkomlsel. Ada 8 orang karyawan tewas dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Pasca-Diserang KKB, Satgas Damai Cartenz Fokus Evakuasi 8 Pekerja PT PTT

Susaningtyas menilai, ada beberapa hal perlu dilakukan, yakni dialog dengan tokoh-tokoh yang anti NKRI. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui apa keinginan mereka. Kemudian, dialog dengan yang pro NKRI, termasuk dialog dengan kelompok adat, kelompok agama, Tokoh pemuda, tokoh agama dan lainnya.

"Kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menangani Papua lebih humanis menurut saya sangat bagus, tetapi juga harus dibarengi kesiapan pengamanan atas kolateral yang bernilai ekonomi serta masyarakat/pekerja sipil," ujar pengamat hankam dan intelijen itu melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/3/2022).

Pihaknya meyakini BINDA sudah melakukan penggalangan dengan baik meski harus lebih dimaksimalkan agar semakin banyak pihak yang pro NKRI. Baca Juga: KKB yang Menyerang 8 Pekerja PT PTT Dipimpin oleh Terry Aibon

Ditambahkan Susaningtyas, Papua agak sedikit berbeda dalam penanganan karena mereka adalah separatisme. Sebagai perbandingan separatisme Moro di Filipina, separatisme Pattani di Thailand dan pemberontak Houti di Arab Saudi.

Bahkan, di Indonesia bisa dibandingkan bagaimana pemerintah harus membasmi pemberontakan APRA, PRRI, RMS dan lain-lain. Semua berhasil dipadamkan dalam jangka waktu yang berbeda-beda.

"Kita semua berharap agar separatisme Papua dapat segera dipadamkan berdasarkan hukum nasional dan hukum internasional," tuturnya.

Perang siber yang terjadi di Papua juga harus ditangani dengan serius mengingat banyak informasi berkelindan yang bersifat adu domba, hoax, ujaran kebencian kepada Pemerintah RI yang sah serta Post Truth.

Kelompok Separatisme Terorisme Papua (KSTP) saat ini, kata Susaningtyas, sebagian melakukan aksinya berdasarkan pragmatisme bukan lagi hanya berdasarkan ideologi. "Kita harus mengecam insiden pembunuhan dan tindakan kekerasan fisik yang akibatkan hilangnya nyawa para pekerja dan teknisi lapangan PT PTT di tengah upaya menjalankan tugas melakukan percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia dan secara khusus di Papua," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini