Share

Isra Mi'raj, Rektor Unusia Nilai Memiliki Pesan tentang Pembangunan SDM

Inin Nastain, Koran SI · Jum'at 04 Maret 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 337 2556457 isra-mi-raj-rektor-unusia-nilai-memiliki-pesan-tentang-pembangunan-sdm-vBAOv2B19H.jpg Rektor Unusia Juri Ardiantoro (Foto: Tangkapan layar/ Inin Nastain)

JAKARTA - Momen Isra Mi'raj memiliki pesan mendalam bagi umat manusia. Lewat peristiwa Isra Mi'raj, manusia dituntut untuk terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Juri Ardiantoro, mengungkapkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke langit ke tujuh, memiliki pesan yang besar terhadap SDM. Pada masa awal, banyak yang menganggap perjalanan tersebut merupakan sesuatu yang tidak masuk akal.

“Bisa diambil dari peristiwa Isra Mi'raj dalam pembangunan SDM kita. Mungkin satu hal yang bisa kita lihat adalah mengenai perkembangan Sains, bagaimana umat manusia itu melihat peristiwa Isra Mi'raj ini yang awalnya sesuatu yang sulit dipahami secara nalar, secara sains," kata Juri dalam Webinar Partai Perindo dengan tema Isra Mi'raj dan Pembangunan Karakter Bangsa, Jumat(4/3/2022).

"Tetapi belakangan ada banyak bukti bahwa itu tidak semata-mata tidak bisa dipahami,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dapat Bantuan dari Kartini Perindo, Orangtua: Rakha Butuh 9 Kali Oprerasi Lagi

Dari kasus tersebut, jelas dia, memberikan gambaran bahwa masyarakat itu dipastikan memiliki perkembangan. Perkembangan itu harus berkaitan dengan kemampuan pengembangan SDM.

“Misalnya, saat Isra Mi'raj itu orang enggak percaya bagaimana mungkin Nabi bisa melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit 7 dalam satu malam. Nah, sekarang sudah mulai terbukti nih, dari Arab Saudi ke Masjidil Aqsa di Palestina, tidak lagi semalam. Dalam 6 jam aja, pakai pesawat sudah bisa sampai. Yang dulu mungkin enggak pernah dibayangkan. Dulu kan kalau naik unta kurang lebih 40 hari dari Arab ke Palestina,” papar dia.

“Tinggal kita memecahkan misteri-misteri lain yang ada dalam peristiwa itu. Sebetulnya ini adalah pelajaran atau hikmah yang penting untuk kita, bahwa apa yang tadinya tidak mungkin secara nalar, dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan dan teknologi yang diciptakan, dengan SDM yang inovatif, menjadi mungkin,” lanjut dia.

“Jadi, pelajarannya adalah jika kita menginginkan perubahan, menginginkan kemajuan, menginginkan sesuatu yang jauh lebih baik dari sekarang, kalau kita berusaha, tidak ada yang tidak mungkin,” tambah Juri.

Baca Juga: Rakerwil se-Papua, Hary Tanoesoedibjo: All Out, Tahun 2024 Partai Perindo Jadi Partai Besar!

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini