Share

Danpuspomad Selidiki Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Kasus Bupati Langkat

Bachtiar Rojab, MNC Media · Kamis 03 Maret 2022 23:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 337 2555975 danpuspomad-selidiki-dugaan-keterlibatan-oknum-tni-dalam-kasus-bupati-langkat-0GWbXkei7Q.jpg Puspomad selidiki dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus kerangkeng manusia Bupati Langkat. (Ist)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menggandeng Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) guna mendalami penyelidikan dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus kerangkeng manusia Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin.

Kepala Penerangan Puspomad Agus Subur mengatakan, Komandan Puspomad (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W Sukotjo telah mengerahkan prajuritnya guna mempercepat terungkapnya kasus di Langkat.

"Danpuspomad telah memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan penyelidikan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (3/3/2022).

Menurut Agus, langkah tersebut telah mulai diupayakan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi, yang beberapa merupakan korban kerangkeng, hingga pengumpulan alat bukti.

"Juga dilakukan pengumpulan keterangan dan alat bukti lainnya yang terkait nama-nama oknum personel TNI AD yang diberikan oleh Komnas HAM," katanya.

Ia melanjutkan, koordinasi terus ia gencarkan dengan aparat penegak hukum yang berada di Sumatera Utara.

"Koordinasi terus dilakukan dengan Polda Sumut dan Pemda Langkat maupun Aparat terkait lainnya, untuk mencari data/keterangan yang berkaitan dengan Kasus tersebut," ucap Agus.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sebelumnya, sejumlah oknum personel Polri dan TNI diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan tindak kekerasan di kerangkeng manusia di areal rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Kodam I/BB, Kol (INF) Donald Erickson Silitonga, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Namun mereka masih nunggu penyelidikan polisi terkait persoalan itu.

"Ini kan masih di polisi. Nanti kita lihat, kalau memang penyelidikan polisi menyatakan ada oknum TNI yang terlibat, pasti akan dilimpahkan ke kita," sebut Donald, Kamis (3/3/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini