Share

Heboh Keppres Serangan Umum 1 Maret, Mahfud MD: Nama Soeharto Tak Dihapus!

Muhammad Farhan, MNC Portal · Kamis 03 Maret 2022 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 337 2555766 heboh-keppres-serangan-umum-1-maret-mahfud-md-nama-soeharto-tak-dihapus-U3Qm2B1KN0.jpg Soeharto/Wikipedia

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (menkopolhukam), Mahfud MD membantah bahwa Keputusan Presiden (keppres) serangan umum 1 Maret 1949 menghilangkan nama Presiden Soeharto di dalamnya.

 (Baca juga: Tak Ada Nama Soeharto, Ini Isi Lengkap Keppres Serangan Umum 1 Maret)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengklarifikasi melalui cuitan media sosial Twitter dengan mencantumkan artikel berita online guna menepis isu tersebut.

Mahfud menjelaskan keppres tersebut bukanlah buku sejarah. Tetapi, dirinya menilai hal itu merupakan penetapan atas satu titik momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

 (Baca juga: 72 Tahun Jadi Misteri, Siapa Perancang Serangan Umum 1 Maret?)

"Berita ini tak tepat (penghapusan nama Presiden Soeharto). Keppres tersebut bukan buku sejarah tapi penetapan atas satu titik krusial sejarah. Kepres tersebut tidak menghilangkan nama Soeharto dan lainnya dalam SU 1 Maret 1949," katanya menegaskan dalam akun Twitter @mohmahfudmd, Kamis (3/3/2022).

Mahfud menilai nama dan peran presiden kedua RI tersebut sudah dicantumkan dalam naskah akademik yang menjadi landasan kepres. Dirinya menuturkan nama dan peran Soeharto sudah tercantum dalam sumber rujukan akademik yang komprehensif.

"Nama dan peran Soeharto disebutkan di Naskah Akademik Kepres yang sumbernya komprehensif," katanya memperjelas.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Keppres ini sebagai pengingat bagi bangsa Indonesia tentang Peristiwa Serangan 1 Maret 1949 di Yogyakarta dalam rangka melawan Agresi Militer Belanda di Indonesia.

Keppres tersebut menetapkan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Meski tidak merupakan hari libur nasional, tapi penetapan tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang mampu menegakkan kembali eksistensi dan kedaulatan Negara Indonesia di dunia internasional.

Mahfud MD mengatakan, Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah langkah strategis untuk mematahkan argumentasi internasional kala itu. Menurut dia, tindakan tersebut pun terbukti efektif membuktikan ke dunia internasional bahwa Indonesia masih ada.

Hal itu disampaikan Menko Mahfud saat memberikan Keynote Speech di acara Seminar Nasional 'Serangan Umum di Jogja: Indonesia Masih Ada' secara daring pada Selasa (16/11/2021). Acara diselenggarakan oleh Pemerintah DI Yogyakarta untuk mendukung pengusulan Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi Hari Nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini