Share

KPK Selidiki Lagi Keterlibatan Perusahaan Tersangka Paulus Tanos di Kasus E-KTP

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 02 Maret 2022 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 337 2555283 kpk-selidiki-lagi-keterlibatan-perusahaan-tersangka-paulus-tanos-di-kasus-e-ktp-bgIMasQn25.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki kembali keterlibatan PT Sandipala Arthaputra dalam proyek pengadaan paket e-KTP yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah. PT Sandipala Arthaputra merupakan perusahaan yang dipimpin oleh tersangka Paulus Tanos (PLS).

Keterlibatan PT Sandipala Arthaputra tersebut itu ditelisik penyidik lewat tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Achmad Purwanto; Kusmihardi; dan Endah Lestari; serta seorang Pensiunan PNS, Teguh Widiyanto.

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses dilaksanakannya tender pengadaan E-KTP dan penentuan perusahaan tersangka PLS sebagai salah satu yang menenangkan tender dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (2/3/2022).

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Adapun, 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari.

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini