Share

Terkait Aturan Pengeras Suara, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah : Tidak Ada Larangan Azan!

Nandha Aprilia, MNC Media · Selasa 01 Maret 2022 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 337 2554536 terkait-aturan-pengeras-suara-ketum-pp-pemuda-muhammadiyah-tidak-ada-larangan-azan-zLNha5UzJm.jpg Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Foto : MPI/Istimewa)

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyebut Surat Edaran Menteri Agama No 5 Tahun 2022 sudah cukup baik dan relevan dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Kata pria yang karib disapa Cak Nanto itu, dalam aturan tersebut tidak ada larangan azan.

"Tidak ada larangan azan, edaran Menag sangat relevan dalam upaya kita bersama menjaga harmoni dan menguatkan toleransi," paparnya di Jakarta, Senin (28/2/2022).

Di sisi lain, dia juga turut menyebut terkait aturan penggunaan pengeras suara azan sudah lama diterapkan di masjid-masjid Muhammadiyah. Selain itu, ia menjelaskan dalam penggunaan suara di masjid dan musala Muhammadiyah dibagi menjadi dua.

Di mana pengeras suara luar digunakan saat azan dan iqamah. Untuk kegiatan yang lain, seperti kajian dan sejenisnya, menggunakan pengeras suara dalam. "Edaran Menag mendukung praktik baik yang selama ini dijalankan masjid Muhammadiyah," tuturnya.

Cak Nanto pun mengajak jajarannya untuk ikut bersama menyosialisasikan edaran Menag.

Diakuinya, menjaga harmoni dan memperkuat toleransi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa termasuk juga Pemuda Muhammadiyah. "Kita akan ikut sosialisasikan edaran ini," tandasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Aturan penggunaan pengeras suara atau toa di masjid dan musala menuai polemik. Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun mengajak masyarakat untuk dapat memahami dengan membaca isi dari SE Menag tersebut secara menyeluruh.

“SE Pak Menag itu bagus sekali. Karena itu saya minta supaya pengurus-pengurus masjid, pengurus-pengurus musala, takmir, agar membaca dulu semuanya, dipahami apa maksudnya, apa tujuannya,” kata Muhadjir dalam keterangannya yang diterima, Jumat 25 Februari 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini