Share

Raja Majapahit Rogoh Banyak Dana Benahi Moral Putra Pejabat, Tapi Gagal!

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Minggu 27 Februari 2022 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 337 2553576 raja-majapahit-rogoh-banyak-dana-benahi-moral-putra-pejabat-tapi-gagal-RKTUF7K9Q3.jpeg Raja Brawijaya V (Foto: sangpencerah.id)

JAKARTA - Dalam suatu Pasewakan Agung yang dihadiri oleh Sabda Palon, Naya Genggong serta Tumenggung Supa, Prabu Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) sangat resah karena kondisi yang memprihatinkan di lingkungan istananya.

Pada masa itu Istana Majapahit sedang mengalami kemerosotan moral karena aksi kebejatan para Naya Praja dan putra putra pembesar Majapahit.

Diskusi tersebut menghasilkan rencana untuk mendatangkan para brahmana, pandhita dan resi untuk membenahi moral mereka itu.

Baca juga: Cerita Raja Majapahit Jatuh Cinta kepada Seorang Perempuan Muslim

Dengan gegap-gempita, Tumenggung Supa mengoordinasikan para bawahannya untuk menjalankan tugas Sang Baginda Raja. Para pandhita, brahmana dan resi yang andal dengan kualitas terbaik didatangkan ke Majapahit.

 Baca juga: Ketika Ulama Besar Turki Mengenalkan Agama Islam kepada Raja Brawijaya V

Tanggung jawab mereka tidaklah ringan, karena mereka dibebani memberikan pendidikan atau pelajaran yang berkaitan dengan akhlak-moral sehingga dapat mengubah tabiat buruk atau kebobrokan moral para para nayaka praja atau pamong paraja serta para anak-anak pejabat Majapahit.

Proses pendidikan itu dilaksanakan secara bergulir dan berkelanjutan. Kegiatan ini memakan waktu berbulan-bulan, Prabu Kertabhumi pun mengikuti perkembangan demi perkembangan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Hatinya berdebar-debar seraya berharap semoga masalah kebobrokan atau kebejadan moral di lingkungan istana Majapahit tidak berakibat fatal, yaitu kehancuran Majapahit.

Seiring dengan bergulirnya sang waktu, lantas apa yang terjadi? Dikutip buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit', usai pendidikan, ada perubahan sikap para nayaka praja serta para putra-putri kalangan bangsawan Majapahit yang mengarah pada tindakan yang positif.

Sayang, perubahan itu hanya berlangsung sebentar saja. Penyakit lama mereka pun kambuh lagi, bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Melihat kenyataan itu, Sang Baginda Raja pun menjadi tambah pening karena pendidikan moral yang dilakukan oleh para pandhita, brahmana dan resi tidak menghasilkan apa-apa. Padahal Kerajaan Majapahit telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit dalam urusan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini