Share

Usut Kasus Penggelapan, Bareskrim Dikabarkan Tahan Pendiri Koperasi Simpan Pinjam

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 26 Februari 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 337 2553561 usut-kasus-penggelapan-bareskrim-dikabarkan-tahan-pendiri-koperasi-simpan-pinjam-IK4EHu4fNa.jpg Bareskrim Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri dikabarkan menahan sejumlah petinggi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Mereka adalah pendiri KSP Indosurya sekaligus Ketua KSP Indosurya Cipta inisial HS, Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta, inisial JI, dan Direktur Operasional KSP Indosurya Cipta inisial SA Suwito.

Berdasarkan informasi dihimpun, penangkapan terhadap para petinggi KSP Indosurya tersebut dilakukan tim penyidik Bareskrim pada Jumat, 25 Februari 2022. HS, JI dan SA kini dikabarkan telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri.

Baca Juga:  Usut Kasus Penipuan Binomo, Bareskrim Lacak Seluruh Aset Indra Kenz

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan tidak membantah saat dikonfirmasi soal penangkapan dan penahanan tiga petinggi KSP Indosurya tersebut. Sayangnya, Brigjen Whisnu enggan berkomentar banyak terkait penangkapan dan penahanan petinggi KSP Indosurya tersebut.

"Nanti rilis lengkap Selasa minggu depan," singkat Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (26/02/2022).

Dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan KSP Indosurya Cipta ini, polisi menyatakan, telah menerima sebanyak 22 laporan masyarakat. Laporan tersebut tersebar di sejumlah Polda dan kemudian Bareskrim Polri mengambil alih perkara tersebut.

Baca Juga:  3 Kasus Penimbunan Minyak Goreng, Mulai dari PT hingga Pedagang Kecil

Di mana, dari 22 laporan tersebut, sebanyak 181 pengaduan dilakukan oleh 1.262 orang dengan jumlah kerugian mencapai Rp4.067.546.465.223. Sementara, total kerugian secara keseluruhan 14.500 investor diperkirakan mencapai Rp15,9 triliun.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sejauh ini, Bareskrim telah memeriksa ratusan orang untuk mengusut kasus KSP Indosurya. Tiga orang telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini, yakni HS, JI dan SA.

KSP Indosurya diduga telah melakukan penghimpunan dana secara illegal dengan menggunakan badan hukum Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang dilakukan sejak November 2012 sampai dengan Februari 2020.

Tersangka HS diduga menghimpun dana dalam bentuk simpanan berjangka dengan memberikan bunga 8-11 persen, kegiatan tersebut dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan tanpa dilandasi izin usaha dari OJK.

Kegiatan itu berakibat gagal bayar sejumlah orang. HS yang menjabat sebagai ketua Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta memerintahkan tersangka lainnya JI dan tersangka SA untuk menghimpun dana masyarakat menggunakan badan hukum Kospin Indosurya Inti/Cipta.

Ketiganya disangkakan dengan dugaan tindak pidana Perbankan dan atau tindak pidana penggelapan dan atau tindak pidana penipuan/perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini