Share

Update Korban Gempa Pasaman Barat : 8 Meninggal dan 10 Luka Berat

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 26 Februari 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 337 2553404 update-korban-gempa-pasaman-barat-8-meninggal-dan-10-luka-berat-YIOxukB2Jl.jpg Rumah warga Pasaman yang hancur akibat gempa (foto: MNC Portal/Rus Akbar)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate jumlah terkini korban gempa M6,1 di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Data yang dikantongi BNPB hingga pukul 02.35 WIB, jumlah korban meninggal bertambah menjadi delapan orang. Sementara luka berat 10 orang dan luka ringan 76 orang.

"Data BNPB per Sabtu dini hari (26/2/2022), pukul 02.35 WIB, mencatat total warga meninggal dunia 8 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 76 orang," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Sabtu (26/2/2022).

BACA JUGA:6 Warga Pasaman Barat Dilaporkan Hilang Diduga Tertimbun Longsor Pasca-Gempa 

Tak hanya itu, dibeberkan Muhari, hingga pukul 08.39 WIB pagi tadi, sebanyak 6.002 warga Sumatra Barat tercatat masih mengungsi. Sebagian besar warga mengungsi di 35 titik Kabupaten Pasaman Barat.

Dari data yang dikantongi Muhari, warga yang mengungsi di Kecamatan Talamau, Pasaman dan Kinali sebanyak 5.000 jiwa. Kemudian, untuk korban yang meninggal dunia di Pasaman Barat sebanyak tiga orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang.

BACA JUGA:Air Panas Muncul di Pasaman Pasca-Gempa M6,1, BMKG Ungkap Penyebabnya 

"Petugas masih terus memutakhirkan data dampak gempa tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sementara untuk korban di Kabupaten Pasaman, BNPB mencatat ada lima warga meninggal dunia, luka-luka 25 orang dan mengungsi 1.000 orang. "Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap enam orang yang diperkirakan tertimbun longsor," kata Muhari.

Adapun, data warga terdampak lainnya tercatat ada di Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 16 kepala keluarga atau 53 jiwa. Dari jumlah tersebut, 2 jiwa mengungsi ke tempat kerabat.

"Sedangkan di wilayah Kabupaten Agam, satu bayi dikabarkan menderita luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini