Share

Pengacara Minta Terdakwa Perkara Unlawful Killing Laskar FPI Dibebaskan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 25 Februari 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 337 2553168 pengacara-minta-terdakwa-perkara-unlawful-killing-laskar-fpi-dibebaskan-hSoKuSpUOx.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pengacara terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella membacakan pleodoinya di sidang kasus Unlawful Killing Laskar FPI. Dalam pleidoinya, pengacara meminta terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan sebagaimana disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Majelis hakim dengan dilandasi profesionalisme, kejujuran, dan dengan menjunjung tinggi martabat sebagai advokat, kami sangat meyakini bahwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terdakwa bersalah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya, baik dalam Dakwaan Primair maupun dalam Dakwaan Subsidair," ujar Pengacara terdakwa, Henry Yosodiningrat di persidangan, Jumat (25/2/2022).

Menurutnya, Quod Non matinya atau hilangnya nyawa Laskar FPI, seperti M. Reza dan Suci Khadavi dikarenakan perbuatan terdakwa, tapi perbuatan itu dilakukan terdakwa karena pembelaan terpaksa (noodweer) atau pembelaan terpaksa yang melampaui batas (noodweer exces). Mak itu, terdakwa tak dapat dipidana.

"Maka, demi hukum dan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan segala kerendahan hati kami mohon kepada Majelis Hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan segala tuntutan hukuman (vrijspraak)," tuturnya.

Henry juga meminta agar Majelis hakim memulihkan harkat dan martabat serta nama baik terdakwa pada kedudukan hukum semula. Atau setidaknya menyatakan oleh karena perbuatan terdakwa merupakan pembelaan terpaksa sehingga tidak dapat dipidana.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dia meminta majelis hakim memperhatikan adagium hukum yang berbunyi lebih baik membebaskan 1.000 (seribu) orang yang diduga bersalah daripada menghukum seorang yang tidak bersalah.

Hal tersebut sejalan dengan asas hukum yang menyatakan tiada pidana tanpa kesalahan Geen Straf Zonder Schuld atau Anwijzigheid van alle Schuld yang sudah menjadi yurisprudensi konstan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini