Share

IKADI: Azan Mengusir Setan, Tak Bisa Disamakan dengan Gonggongan Anjing

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 337 2553099 ikadi-azan-mengusir-setan-tak-bisa-disamakan-dengan-gonggongan-anjing-I718VUG2Ey.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) KH Dr Ahmad Kusyairi Suhail, sangat menyayangkan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyamakan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Sebab, ia mengatakan, dalam ilmu ushul fiqh, qiyas (penyamaan) semacam ini dikenal dengan Qiyas Ma'al Faariq, yaitu qiyas/penyamaan yang tidak benar perbandingannya karena jelas keduanya tidak sama. Sebagaimana dulu juga pernah heboh, ada yang mengkiaskan cadar dengan konde dalam hal cantik atau adzan dengan kidung dalam hal merdu. Ini jelas qiyas yang batil.

Dalam Islam, azan bukan sekadar suara atau seni yang mementingkan kemerduan, melainkan adalah ibadah, suara mulia memanggil kaum muslimin untuk shalat dan sebagai pertanda masuk waktu shalat. Jelas, berbeda sekali dengan suara gonggongan anjing.

Bahkan, di dalam hadits shahih, Rasulullah Muhammad SAW menjelaskan keutamaan adzan yang dapat mengusir setan.

"Dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, 'Apabila adzan dikumandangkan, setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar adzan tersebut. Apabila adzan selesai dikumandangkan, dia pun kembali'," ujar Ahmad Kusyairi mengutip HR. Bukhari, no. 608 dan Muslim, no.389, dalam keterangan yang diterima, Jumat (25/2/2022).

Hampir 77 tahun Indonesia merdeka, kata dia, tidak pernah ada yang meributkan dan mempermasalahkan toa masjid dan suara adzan, kehidupan masyarakat harmonis, guyup dan rukun. Sebaiknya energi bangsa dikerahkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan bangsa yang kompleks dan jelas ada di depan mata.

"Minyak goreng yang langka, harga sebagian kebutuhan bahan pokok yang melonjak, pandemi yang masih mengintai kita dan lain-lain. Diharapkan para pejabat publik untuk lebih hati-hati dalam membuat pernyataan dan tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan baru agar umat bisa hidup tentram, damai dan harmonis," tuturnya.

Apalagi tidak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan, ia menyatakan, saat ini diperlukan ucapan, tindakan dan kebijakan yang dapat menyejukkan hati dan mengundang barokah Ilahi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini