Share

Wapres Sampaikan Empat Strategi Hadapi Bencana, Begini Penjelasannya

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 24 Februari 2022 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 337 2552427 wapres-sampaikan-empat-strategi-hadapi-bencana-begini-penjelasannya-f6J4F2p8qQ.jpeg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin menyampaikan empat strategi sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2022 kepada jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia.

“Pertama, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana agar tetap dijadikan prioritas dalam meningkatkan ketahanan dan ketangguhan bencana, sebagaimana amanat dari Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2021-2044,” kata Wapres pada pada Penutupan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (PB) 2022, Kamis (24/2/2022).

Sebagai contoh, lanjutnya, capaian dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan edukasi dan kolaborasi dengan semangat gotong royong. Sehingga, kesadaran, kepedulian, dan budaya masyarakat dalam menghadapi bencana tidak hanya tangguh tetapi juga aktif dalam menjaga lingkungan dan kelestarian alam.

“Kedua, penanganan tanggap darurat perlu terus diperkuat, terutama proses penanganan agar dipercepat guna mengurangi korban dan kerugian akibat bencana,” imbuh Wapres.

Adapun yang ketiga, Wapres menekankan bahwa proses pemulihan pasca bencana harus semakin diperbaiki. Sebab, masa pemulihan ini merupakan salah satu fase terpenting dalam membangun motivasi dan kepercayaan masyarakat untuk dapat bangkit dari akibat bencana yang dialaminya.

“Penguatan proses pemulihan pasca bencana tidak kalah penting. Prinsip membangun kembali menjadi lebih baik, lebih aman dan berkelanjutan (build back better, safer, and sustainable) perlu diupayakan dengan pelibatan unsur masyarakat dan mitra secara partisipatif. Dalam hal ini, prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) sekaligus ditegakkan, leave no one behind (tidak boleh ada yang ditinggalkan),” ungkapnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Oleh karena itu, Wapres mengimbau agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal dan baik, maka seluruh proses pemulihan pasca bencana harus dapat diselesaikan secara tuntas.

“Keempat, masih ada beberapa penuntasan pascabencana yang menjadi tugas kita sampai saat ini. Di antaranya penuntasan pemulihan pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah, penanganan pasca bencana gempa di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, penanganan dampak pasca bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur, dan penanganan pasca bencana badai Seroja di Provinsi NTT. Semua penanganan masih on progress. Saya minta untuk terus dipantau dan ditangani hingga tuntas,” tegas Wapres.

Terakhir, Wapres berpesan agar rumusan yang telah dihasilkan dalam Rakornas PB 2022 ini dapat dilaksanakan secara efektif di lapangan dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Rumusan kesepakatan dan rencana aksi harus netes dalam kerja nyata. Tidak cukup dalam tataran konsep dan kesepakatan saja, tapi sungguh-sungguh terimplementasi secara efektif dan solutif di lapangan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini