Share

KPK Duga Bupati Langkat Kerap Atur Proyek di Sejumlah Dinas

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 24 Februari 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 337 2552421 kpk-duga-bupati-langkat-kerap-atur-proyek-di-sejumlah-dinas-EBM0eqAhRc.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) diduga kerap mengatur proyek di sejumlah dinas Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Langkat. Dugaan itu kemudian didalami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah saksi.

Salah satu saksi yang didalami keterangannya soal dugaan pengaturan proyek oleh Terbit Rencana Perangin Angin yakni, Plt Kadis Perkim Kabupaten Langkat, Musti. Musti diduga mengetahui pengaturan proyek di Langkat oleh Terbit Rencana Perangin Angin.

"Musti, yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya pengaturan proyek secara langsung oleh tersangka TRP di beberapa dinas di Pemkab Langkat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (24/2/2022).

Sedianya, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya yaitu, Direktur CV Salsa, Mimpin Sitepu. Namun demikian, Mimpi. Sitepu mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Mimpin.

"Mimpin Sitepu (Direktur CV Salsa), tidak hadir dan tanpa konfirmasi. KPK mengingatkan untuk memenuhi panggilan tim penyidik pada agenda pemeriksaan berikutnya," pungkasnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat. Keenam tersangka tersebut yakni, Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin; Kepala Desa Balai Kasih sekaligus Kakak Kandung Terbit Rencana, Iskandar PA.

Selanjutnya, tiga kontraktor yang bertugas menjadi perantara suap yaitu, Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra. Kemudian, kontraktor Muara Perangin Angin. Muara Perangin Angin ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Sedangkan lima tersangka lainnya, merupakan pihak penerima suap.

Dalam perkara ini, Muara diduga telah menyuap Terbit Rencana untuk mendapatkan dua proyek di Kabupaten Langkat. Muara menyuap Terbit Rencana melalui Iskandar PA; Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra. Adapun, fee yang telah diserahkan Muara untuk Terbit yakni sebesar Rp786 juta.

Belakangan, ramai diperbincangkan adanya temuan kerangkeng di rumah Bupati Langkat. Diduga, kerangkeng itu untuk memenjarakan para pekerja kebun kelapa sawit milik Terbit Rencana Perangin Angin. Bupati Langkat diduga telah melakukan perbudakan modern terhadap para pekerja sawit

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini