Share

Sri Sultan Hamengkubuwono I, Pendiri Keraton Yogyakarya yang Tidak Lepas Puasa Senin-Kamis

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 Februari 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 337 2550761 sri-sultan-hamengkubuwono-i-pendiri-keraton-yogyakarya-yang-tidak-lepas-puasa-senin-kamis-TTYwTKkZdf.jpg Sri Sultan Hamengku Buwono I (Foto: istimewa)

JAKARTA - Sri Sultan Hamengkubuwono I dikenal dengan nama Pangeran Mangkubumi. Dia merupakan pendiri dan pembangun Keraton Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengkubuwono I lahir pada tanggal 5 Agustus 1717 dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Sujono. Demikian dilansir dari laman kratonjogja.

Pangeran Mangkubumi merupakan putra Sunan Amangkurat IV melalui garwa selir yang bernama Mas Ayu Tejawati. Sebagai peletak dasar budaya Mataram, beliau akan memberi warna dan ruh tidak hanya bagi lingkungan keraton tetapi seluruh masyarakat Yogyakarta.

Sedari kecil, BRM Sujono dikenal sangat cakap dalam olah keprajuritan. Beliau mahir berkuda dan bermain senjata. Selain itu, beliau juga dikenal sangat taat beribadah sembari tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Budaya Jawa.

Berkat kecakapan itulah, ketika paman beliau yang bernama Mangkubumi meninggal pada tanggal 27 November 1730, beliau lalu diangkat menjadi Pangeran Lurah. Yaitu pangeran yang dituakan di antara para putera raja.

Baca juga: Kehidupan Sultan Muda Yogya saat Berkuasa hingga Pangeran Diponegoro Ingin Menghancurkannya

Ketika sudah dewasa, beliau juga menyandang nama yang sama dengan pamannya. BRM Sujono kemudian lebih dikenal sebagai Pangeran Mangkubumi.

Mengenai ketaatan beribadah Pangeran Mangkubumi secara rinci dikisahkan dalam Serat Cebolek. Disitu digambarkan mengenai kebiasaan beliau puasa Senin-Kamis, sholat lima waktu dan juga mengaji Al Quran.

Baca juga: Sri Sultan Hamengkubuwono X Balas Kunjungan Ridwan Kamil, Hubungan Jabar-Yogyakarta Makin Erat

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dalam serat ini pula dikisahkan bahwa beliau gemar mengembara dan mengadakan pendekatan dengan masyarakat, serta memberikan pertolongan kepada yang lemah.

Sifat beliau ini menghasilkan kesetiaan yang mendalam di antara para pengikutnya. Pada tahun 1746, ketika mengangkat senjata melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), Pangeran Mangkubumi memiliki pengikut sebanyak 3000 prajurit.

Pada tahun 1747 jumlahnya meningkat pesat menjadi 13.000 prajurit, dimana diantaranya terdapat 2.500 prajurit berkuda. Kesetiaan dan kesediaan mengikuti beliau ini kemudian meluas hingga ke masyarakat umum pada tahun 1750.

Baca juga: Mengenal Pangkat dan Kedudukan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini