Share

Kisah Jenderal Kopassus Tidak Percaya Soeharto Masih Hidup, Utusan Dilucuti!

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Senin 21 Februari 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 20 337 2550236 kisah-jenderal-kopassus-tidak-percaya-soeharto-masih-hidup-utusan-dilucuti-XDoUfgKow8.jpg Soeharto/Wikipedia

JAKARTA - Kolonel Sarwo Edhie Wibowo mengumpulkan para perwira. Karena rumahnya di Jalan Flamboyan 59 tak terlalu besar, mereka menghadap bergantian. Sarwo menghitung kekuatan. Sebagian pasukan RPKAD bertugas di Kalimantan Utara dalam operasi Dwikora dan di Papua untuk meredam pemberontakan.

 (Baca juga: Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Rahasia KGB Rusia saat Soekarno Lengser)

Kepada Komandan Batalion I Mayor Chalimi Imam Santosa, Sarwo memerintahkan menarik seluruh pasukan yang sedang mengikuti latihan upacara peringatan Hari ABRI di Senayan.

Penarikan personel RPKAD sempat membuat gaduh. Ketegangan terjadi antara pengawas latihan yang marah dan Santosa. "Nanti Laksamana akan tahu sendiri apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi," kata Santosa dengan tegas.

 (Baca juga: Saat Sarwo Edhie Wibowo dalam Bidikan Pasukan Elite Inggris di Belantara Borneo)

Setiba di Cijantung, mereka membentuk pertahanan melingkar menghadap jalan Jakarta-Bogor. Sarwo dan beberapa perwira berkumpul menanti berita Radio Republik Indonesia.

Pukul tujuh, Letnan Kolonel Untung menyiarkan Gerakan 30 September dan pembentukan Dewan Revolusi. Mereka menyimpulkan: terjadi kudeta.

Dalam situasi tegang itu, Kapten Herman Sarens Sudiro datang naik panser. Membawa secarik surat. Herman mengaku diperintah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.

Dikutip dari buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, isi surat tersebut: "Keadaan sangat gawat, pasukan supaya dikonsinyir. Dan lekas temui saya di Kostrad."

Sarwo tak percaya begitu saja. Walau surat itu terlihat asli, ia tak yakin Soeharto dalam kondisi selamat.

Dalam benaknya, bisa jadi surat itu dibuat di bawah tekanan. Karena itu, dia melucuti Herman.

Sekadar diketahui, pada November 1997, Presiden Soeharto memberikan penghargaan untuk para mantan KSAD. Salah satunya kepada Jenderal (Kehormatan) Sarwo Edhie Wibowo, bekas Dubes RI di Korea Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini