Share

Misteri Besar Pembunuhan Subang Terungkap, Ditemukan Sesuatu di Kuku Amalia

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Kamis 17 Februari 2022 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 17 337 2548833 misteri-besar-pembunuhan-subang-terungkap-ditemukan-sesuatu-di-kuku-amalia-pnNM64siiD.jpg Amalia semasa hidup/ ist

SUBANG – Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang sudah lebih dari enam bulan. Namun saat ini aktor utama yang juga pelaku masih berkeliaran bebas. Kasus yang menjadi perhatian masyarakat ini menyisakan misteri yang belum terpecahkan.

(Baca juga: Dr Hastry: Rencana Kejahatan Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Luar Biasa Bagus)

Ditreskrimum Polda Jawa Barat (Jabar) bahkan telah merilis sketsa terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang. Pihak keluarga berharap polisi segera dapat menangkap pelaku.

Salah satunya adalah ditemukannya sesuatu di kuku Amalia Mustika Ratu yang menjadi petunjuk mengarah kepada siapa tersangka di balik kasus pembunuhan ini. Ada beberapa dugaan bahwa saat akan dieksekusi, Amelia melakukan perlawanan sehingga meninggalkan petunjuk di kukunya.

Akademisi di Thailand, Anjas dikutip dari channel Youtubenya menuturkan, dari awal kasus Subang sampai sekarang banyak meninggalkan misteri yang belum terpecahkan. Misteri berawal dari kurangnya keterangan yang diberikan tim penyidik kasus pembunuhan ini dalam menjawab berbagai dugaan yang muncul di publik.

(Baca juga: Yoris Ungkap Yosef Pernah Alami Konflik Besar dengan Amalia Sebelum Pembunuhan Terjadi)

Salah satu misteri yang belum terpecahkan soal ditemukannya sesuatu di kuku Amel. Isu ini muncul setelah tim penyidik dari Mabes Polri yang dipimpin ahli forensik Sumy Hastry melakukan autopsi kedua pada (2/10/2021).

Meskipun Sumy tidak memberikan keterangan penting mengenai hal tersebut. Namun, banyak dugaan bahwa ada kemungkinan terjadi perlawanan yang dilakukan Amel sebelum dieksekusi.

Dialog antara Sumy Hastry dengan Denny Darko menyatakan, dari hasil autopsi kedua, memberikan dua hal yang mengoreksi dan menambahkan. Koreksi mengenai soal waktu kematian dan tambahan dari hasil otopsi pertama. Sumy Hastry juga menuturkan Tuti dan Amelia dimakamkan di pemakaman tanah yang kering sehingga masih ada yang bisa diambil untuk diteliti.

Anjas menduga sesuatu yang ditemukan di kuku Amel bukanlah jejak DNA yang mengarah pelaku. Ia juga menambahkan, penyidik sudah tidak mengandalkan keterangan saksi karena kasus ini sudah berjalan berbulan-bulan. Menurutnya, tim penyidik akan mengambil langkah untuk menghubungkannya dengan petunjuk dari hasil upaya-upaya berbasis ilmiah.

“Dengan pemeriksaan ilmiah, bisa menentukan tipikal kondisi kuku. Bukan jejak DNA tapi mungkin ada sesuatu hal dari ratusan saksi yang telah diperiksa tersebut bisa cek atau disesuaikan dengan kondisi kuku Amel,” tuturnya.

“Kalau tangan Amel mencakar seseorang maka luka cakar tersebut yang ditemukan di salah satu saksi adalah luka kecelakaan, tercakar kucing atau manusia. Apakah ini tipikal identik dengan kukunya Amel, ini bisa ditelusuri secara ilmiah,” tambahnya.

Pengumpulan sampel DNA para saksi yang sudah diperiksa lebih dari seratus orang tersebut akan sangat penting untuk mensinkronkan dengan apa yang ditemukan di kuku Amel. Namun, menurut Anjas, satu sampel DNA saja butuh biaya yang cukup besar dan waktu yang cukup lama.

Meskipun demikian, ia meyakini, tim penyidik kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini, sudah melakukan berbagai hal, termasuk hal-hal yang selama ini dianggap misteri oleh publik. Hanya saja, tim penyidik tidak membeberkannya ke media.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini