Share

Video Lama Eks Kapolres Purworejo Jadi Viral, Polisi Bilang Sengaja Buat Situasi Wadas Tidak Kondusif

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 15 Februari 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 337 2547486 video-lama-eks-kapolres-purworejo-jadi-viral-polisi-bilang-sengaja-buat-situasi-wadas-tidak-kondusif-DYbzNm6h4H.jpg Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal (Foto : MPI/Polda Jateng)

JAKARTA - Video lama yang menampilkan eks Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito tiba-tiba muncul dan ramai diperbincangkan khalayak hingga jadi trending di media sosial (medsos).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy mengungkapkan, video lama tersebut sengaja kembali diviralkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang tidak kondusif di Desa Wadas.

"Cuplikan video itu adalah cuplikan wawancara Kapolres Purworejo Lama (AKBP Rizal Marito) pada Mei 2021. Sengaja diviralkan kembali untuk membuat situasi di Wadas Purworejo tidak kondusif," kata Iqbal kepada wartawan, Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Kondiai Desa Wadas belakangan memang ramai dan menjadi sorotan publik. Apalagi, ketika adanya peristiwa pengukuran tanah oleh pihak terkait.

Meski begitu, kata Iqbal, sebenarnya saat ini situasi di wilayah Wadas telah kondusif. Aparat TNI-Polri, yang berada di lokasi hanya berupaya menjalin komunikasi sosial antar warga.

Upaya tersebut, menurut Iqbal, telah dilakukan oleh aparat setidaknya dalam satu pekan terakhir. Oleh sebab itu, ia menduga bahwa cuitan itu sengaja dibeberkan lagi untuk memperkeruh suasana.

"Dalam cuplikan video itu, Reporter TV One melakukan wawancara dengan Rizal Marito sekitar 9 bulan lalu, mengapa baru diviralkan sekarang?" ujar Iqbal.

Karena itu, Iqbal meminta agar masyarakat melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang diterima dari media sosial.

Menurutnya, saat ini medsos kerap digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu. Termasuk, kata dia, memperkeruh situasi di Wadas.

"Masyarakat jangan sampai terjebak framing negatif yang diciptakan pihak yang tidak bertanggungjawab. Kami mohon masyarakat untuk bijak dan berhati-hati," tutup Iqbal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini