Share

Ritual Nyeleneh Raja-Raja, Masturbasi di Sungai Nil di Zaman Firaun

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 15 Februari 2022 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 337 2547227 ritual-nyeleneh-raja-raja-masturbasi-di-sungai-nil-di-zaman-firaun-PXczJLKxKK.jpg Ilustrasi Sungai Nil (Foto : Journeyegypt)

POSISI raja tentu memiliki peran penting dalam kemakmuran rakyat dan mempertahankan kelangsungan kekuasaannya. Beragam cara ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut.

Namun, di antara cara tersebut, terselip ritual aneh yang dilakukan oleh para raja.

Berikut beberapa ritual aneh para raja:

1. Firaun di Zaman Mesir Kuno

Pada masa Mesir Kuno, terdapat ritual aneh yang dilakukan oleh rajanya. Ritual yang merupakan tradisi kesuburan ini terkait dengan Sungai Nil. Mesir adalah wilayah di utara Afrika yang dilewati oleh Sungai Nil. Selain Mesir, sungai sepanjang 6.650 kilometer ini juga membelah beberapa negara lainnya, seperti Tanzania, Burundi, Rwanda, Kongo, Kenya, Uganda, Sudan, dan Ethiopia.

Sungai Nil menjadi anugerah bagi Mesir Kuno karena menyediakan sumber air utama bagi penduduknya. Tanah subur yang terbentuk di sepanjang alirannya membawa kemakmuran bagi masyarakat sekitar.

Namun, kondisi ini bisa berubah jika musim kemarau tiba. Sungai yang mengering tentu bisa menjadi petaka. Karena itulah orang Mesir Kuno menyelenggarakan tradisi kesuburan di tepi Sungai Nil demi mencegahnya dari kekeringan.

Dalam tradisi tersebut, Firaun akan melakukan ritual yang bisa dibilang aneh. Di tepi Sungai Nil yang telah ramai oleh orang-orang yang berkumpul, sang Raja memulai ritualnya dengan menanggalkan pakaian lalu melakukan masturbasi.

Ia kemudian menumpahkan air maninya ke sungai agar ikut terbawa aliran arus. Hal ini dimaksudkan untuk menenangkan dewa sehingga kemakmuran, kehidupan, dan air akan tetap datang. Setelah Firaun menuntaskan ritualnya, pria lainnya akan mengikuti apa yang dilakukan Firaun.

Bagi orang Mesir Kuno, air mani dipahami memiliki sifat pemberi kehidupan. Mereka membawa pemahaman ini untuk digunakan pula sebagai sifat pemberi kehidupan bagi sungai yang berperan penting dalam peradaban Mesir, yaitu Sungai Nil.

2. Raja Kertanegara di Kerajaan Kediri

Raja Kertanegara dikenal sebagai raja terbesar di Kerajaan Singasari. Putra Raja Wisnuwardhana ini naik takhta pada tahun 1268. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kediri memperluas wilayah kekuasaannya. Beberapa daerah yang berhasil ditaklukkan Kerajaan Kediri antara lain Bali (pada 1284), Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya), dan Maluku.

Kertanegara juga mengirimkan tim dalam ekspedisi ke Sumatera Tengah demi meluaskan wilayah. Ekspedisi Pamalayu yang mulai dilakukan pada 1275 hingga 1292 ini juga dimaksudkan untuk menghalangi ekspansi Kekaisaran Mongol oleh Kubilai Khan.

Saat bersinggungan dengan orang-orang dari Mongol inilah Raja Kertanegara mengenal aliran Tantrayana kiri dalam ajaran Buddha yang dianutnya. Salah satu ritual dalam Tantrayana kiri adalah melakukan pesta minuman keras dan seks untuk mencapai pencerahan atau mencapai kesempurnaan (nirwana).

Ritual ini kabarnya menjadi salah satu alasan kehebatan Kaisar Mongol Kubilai Khan yang mampu menaklukkan sebagian daratan Eropa dan Asia. Kubilai Khan mempelajari ritual Tantrik tersebut dari seorang biksu Tibet. Raja Kertanegara kemudian turut meyakininya dan mulai melakukan ritual tersebut.

Spiritualis ahli Tantra, berupa gadis-gadis muda menawan, dia datangkan dari negeri Champa (kini Kamboja). Di bangsal perempuan istana, Kertanegara dan para bawahannya melakukan ritual tersebut secara berpasangan, baik lelaki maupun perempuan. Mereka menenggak minuman keras yang diedarkan dalam gelas-gelas. Untuk menyamarkan identitas, setiap orang yang mengikuti ritual seks itu mengenakan topeng.

Disebutkan, ritual tersebut dilakukan Kertanegara dengan alasan spiritual, yakni untuk memperoleh pencerahan agar kemakmuran negara dapat tercapai, sekaligus untuk menangkal serbuan musuh. Namun, kekuasaan Raja Kertanegara justru berakhir karena serangan dari Jayakatwang di saat ia dan para pembantunya tengah melakukan ritual tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini